Pertamina Sebut Solar Langka di Surabaya Gegara Aktivitas Warga Meningkat

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 18:37 WIB
solar langka di surabaya
Salah satu SPBU di Surabaya yang kehabisan solar (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Solar di SPBU di Surabaya mulai langka. Pertamina menyebut langkanya solar karana seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat karena pandemi COVID-19 yang mulai melandai.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochamad Idhani mengatakan peningkatan aktivitas masyarakat terlihat pada peningkatan konsumsi BBM sektor retail Pertamina yang tercatat secara nasional, pada kuartal 3 (Q3) tahun 2021 mencapai 34 juta kilo liter (KL). Meningkat hingga 6% dibandingkan Q3 tahun 2020. Untuk BBM gasoline (bensin), ada peningkatan sekitar 4%, dan untuk gasoil (diesel), bahkan mencapai 10%.

"Bahkan untuk Solar subsidi di Jawa Timur, konsumsi harian sejak September mengalami peningkatan 16% dibandingkan rerata harian di periode Januari sampai Agustus 2021. Pertamina berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan paralel secara terpusat kami akan berkoordinasi dengan BPH Migas untuk penambahan kuota Solar subsidi," kata Deden dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (18/10/2021).

Deden mengatakan Pertamina Patra Niaga memastikan stok maupun proses penyaluran (supply chain) aman. Selain penambahan penyaluran, Pertamina juga memastikan kecukupan dan distribusi solar subsidi, mengoptimalkan produksi kilang, serta melakukan monitoring penyaluran agar tepat sasaran, antara lain dengan sistem digitalisasi dan pemantauan secara real time melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC).

"Saat ini Pertamina Patra Niaga terus melakukan penghitungan proyeksi kebutuhan Solar Subsidi, dan memastikan suplai yang kami lakukan dapat memenuhi peningkatan demand yang terjadi. Adapun untuk stok dan penyaluran BBM non subsidi seperti Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax, dan Pertalite, Pertamina pastikan dalam kondisi aman, masyarakat tidak perlu khawatir," jelasnya.

Deden menambahkan karena peningkatan ekonomi dan mobilitas masyarakat, Pertamina saat ini sedang mengoptimalkan penyaluran BBM. Khususnya pada bahan bakar jenis solar.

"Karena solar di SPBU merupakan jenis bahan bakar tertentu bersubsidi sehingga terdapat kuota/alokasi yang sudah ditetapkan," ujarnya.

Selain itu, Pertamina juga menjaga alokasi kuota tahunan bisa cukup hingga akhir 2021. Kuota solar subsidi pada tahun 2020 sendiri ada 2,3 juta KL, dan tahun 2021 ada 2,7 juta KL. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait kecukupan solar.

"Namun Pertamina juga menghimbau kepada kendaraan-kendaraan yang tidak layak menerima subsidi (mobil mewah, truk industri besar, dan sebagainya) untuk dapat mengisi BBM jenis gasoil/diesel seperti dexlite atau pertamina dex," ujarnya.

"Tim di lapangan masih terus berkoordinasi dengan stakeholders agar kebutuhan solar tercukupi di seluruh SPBU. Kami menjaga biar aman sampai Desember 2021," pungkasnya.

(iwd/iwd)