BMKG Jelaskan Penyebab Hujan Es yang Landa Madiun

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 10:31 WIB
hujan es terjadi di madiun disertai angin kencang
Hujan es di Madiun/Foto: Istimewa
Surabaya -

Hujan es hingga angin kencang melanda beberapa wilayah di Madiun, Minggu (17/10) sore. BMKG Klas I Juanda Sidoarjo menyebut, hujan es berasal dari adanya awan cumulonimbus.

Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Sidoarjo Teguh Tri Susanto mengatakan, hujan es merupakan hujan yang berbentuk butiran es. Yang mempunyai garis tengah kurang dari 5 milimeter.

"Hujan es ini berasal dari awan cumulonimbus dengan cakupan luasan 3 hingga 5 kilometer," kata Teguh di Surabaya, Senin (18/10/2021).

Teguh menambahkan, hujan es biasanya terjadi dalam waktu singkat. Yakni mulai 3 hingga 5 menit saja.

Selain itu, hujan es juga terjadi karena adanya updraft atau aliran udara naik dalam awan cumulonimbus yang sangat kuat. Updraft yang kuat ini, kemudian mengakibatkan awan tumbuh dengan menjulang tinggi lebih dari 5 km.

"Ketika uap air dari bagian bawah awan tertarik ke atas melewati lapisan titik beku atau freezing level, maka terjadi pengembunan secara tiba-tiba," papar Teguh.

Selanjutnya, akan terjadi proses pembentukan es dengan ukuran sangat besar. Teguh menyebut ukuran es yang sangat besar akan jatuh ke bagian bawah awan dan akan meluruh.

"Saat jatuh ke permukaan bumi, butiran es tidak sepenuhnya mencair tetapi masih ada yang berbentuk es," pungkasnya.

(sun/bdh)