Pembunuh Wanita Tewas Bersimbah Darah di Surabaya Ditangkap, Pelaku Suami Korban

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 11:24 WIB
Surabaya -

Pembunuh wanita yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Gununganyar Surabaya tertangkap. Pembunuhnya adalah IA (48), suami wanita tersebut.

Korban yakni Djasmi (46) warga Slahung, Ponorogo ditemukan tewas di rumahnya yang semi permanen di Jalan Wisma Tirto Agung Asri, Kelurahan Gununganyar.

"Iya, sudah ditangkap pelakunya. Pelaku ditangkap di Nganjuk," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Mirzal Maulana saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (16/10/2021).

Mirzal menjelaskan pihak Polrestabes Surabaya bekerja sama dengan Polsek Bagor Nganjuk, untuk menangkap pelaku.

"Kemarin olah TKP dulu dari unit Jatanras Satreskrim bersama unit Inafis. Kita kemudian koordinasi dan kolaborasi dengan Polsek Bagor, Nganjuk. Dalam waktu 3 jam sejak olah TKP, kita mengamankan pelaku," ungkapnya.

Untuk motif pelaku pembunuhan sendiri, polisi masih mendalami. Sejauh ini, dari penuturan Septia Pratama, anak pasangan tersebut, diduga pelaku terbakar rasa cemburu.

"Jadi dari informasi yang kami dapat, korban ini suka membuat konten di media sosial. Sehingga memancing netizen untuk komen di media sosial (milik korban). Sehingga suami ini ada kecemburuan, karena konten media sosial yang dibuat. Sehingga mereka cek-cok dan terjadi (penganiayaan)," ungkapnya.

Mirzal menambahkan, saat ini polisi masih memeriksa pelaku. Dalam waktu dekat, rencananya akan dilakukan pra-rekonstruksi.

Sementara itu Kapolrestabes Surabaya Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus ini selain hasil kerja keras polisi, juga berhasil karena peran serta warga juga.

"Kecepatan respons penanganan peristiwa kriminalitas di Surabaya oleh pihak kepolisian karena didukung juga oleh atas keberanian, kecepatan, dan peran aktif dari warga Surabaya dalam memberikan informasi," kata Yusep.

Sebelumnya sang anak Septia Pratama menduga ayah tirinya cemburu lantaran korban aktif di TikTok.

"Cemburu memakai konten video TikTok," kata Septia.

Septia menambahkan, sebelumnya korban tidak pernah dipukul oleh ayah tirinya. Baru kali ini terjadi pemukulan terhadap sang ibu.

"Hampir 10 tahun (pernikahan korban dan terduga pelaku)," ungkap Septia.

(iwd/iwd)