Okupansi Hotel di Blitar Naik 10% Saat Uji Coba New Normal

Erliana Riady - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 10:41 WIB
Hotel Patria Blitar
Salah satu hotel di Blitar (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Kota Blitar sedang menjalani uji coba kehidupan new normal. Dan uji coba itu mulai berdampak dan terasa terhadap perekonomian. Satu di antaranya adalah naiknya okupansi hotel dan penginapan hingga 10 persen.

Dalam menerapkan kebijakan new normal, Pemkot Blitar mulai melonggarkan aktivitas perekonomian warga. Di antaranya, mulai dibukanya beberapa lokasi wisata ikonik di Kota Patria tersebut, seperti Makam Bung Karno (MBK) sebagai destinasi wisata historis yang selalu ramai peziarah dari berbagai daerah se-Indonesia.

Mulai datangnya rombongan peziarah dari luar kota menaikkan okupansi hotel dan penginapan di Kota Blitar. Sekretaris PHRI Cabang Blitar Reza Hasyim mengatakan sejak berlakunya uji coba new normal, okupansi hotel dan penginapan di Kota Blitar naik hingga 10 persen.

"Kalau sebelum new normal, kami ini seperti pakai ventilator. Sehari hanya terisi lima kamar, megap-megap rasanya. Tapi sejak new normal ini naik sampai 10 persen," kata Reza dikonfirmasi detikcom, Kamis (14/10/2021).

Data PHRI Kota Blitar, ada sebanyak 16 hotel dan penginapan berada di wilayah kota. Okupansi untuk hotel bervariasi, minimal 30 kamar dan maksimal 75 kamar. Hotel di Kota Blitar menurut Reza memang masih kelas melati, namun pelayanan dan fasilitas diklaim sekelas hotel bintang lima. Sedangkan jumlah restoran atau rumah makan ada sebanyak 40 lokasi.

Kenaikan okupansi banyak dinikmati penginapan sekitar kawasan Makam Bung Karno. Seperti hari ini, ada 3 bus rombongan dari Jateng yang sebagian besar menginap di penginapan dan hotel yang lokasinya dekat dengan MBK.

Berbagai upaya dilakukan PHRI Kota Blitar untuk menarik minat para wisatawan. Satu di antaranya adanya kebijakan scan barcode QR bagi para wisatawan yang akan menginap di hotel atau penginapan.

"Kami akan daftarkan dan antar wisatawan ke yankes yang bisa memberikan vaksin. Sehingga protokol kesehatan tetap ketat diterapkan," tandasnya.

Reza mengaku PHRI Kota Blitar tidak menurunkan rate kamar untuk menarik minat wisatawan menginap. Namun sebagian besar, memberikan diskon bagi wisatawan yang telah divaksin. Prosentasi promo beragam nominalnya. Cara ini dinilai lebih efektif dan tidak terkesan promosi yang abal-abal.

"Kalau kami turunkan rate kamar nanti pengunjung komplain. Kok gak sesuai sama harga di iklan online. Jadi kami pakai diskon bagi yang sudah di vaksin, sekaligus mendukung pemerintah agar cepat tercapai herd immunity warga Kota Blitar," pungkasnya.

(iwd/iwd)