Jatim Sedang Butuh Investor Realisasikan Green Industry, Berminat?

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 16:19 WIB
green industry di jatim
Foto: Dok. Pemprov Jatim
Surabaya -

Pemprov Jatim ingin merealisasikan green industry. Hal ini merupakan suatu keniscayaan yang bisa diwujudkan di masa mendatang. Namun saat ini belum ada investor yang serius di bidang ini.

Untuk melihat ketertarikan investor, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Jawa Timur menggelar forum bisnis. Forum ini diharap bisa mendukung realisasi Green Industry di Jatim.

Kepala DPM PTSP Jatim, Aris Mukiyono mengatakan saat ini Jatim menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Dia menyebut di Jatim, sektor investasi termasuk paling besar. Bahkan, hingga Juli lalu, sektor investasi tercatat sudah mencapai Rp 34,9 triliun.

''Peningkatan yang terjadi ketika pandemi masih terjadi,'' kata Aris di Surabaya, Jumat (1/10/2021).

Aris menyebut peningkatan itu merupakan bukti jika Jatim memiliki daya tarik bagi investor. Untuk itu, promosi potensi terus dilakukan Pemprov untuk menarik perhatian. Salah satunya, mempromosikan program pemerintah Green Industry.

"Itu sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan,'' ujar Aris.

Namun, ada beberapa kriteria yang wajib diterapkan pada Green Industry. Antara lain, efisiensi penggunaan energi, pengelolaan lingkungan produksi mulai dari awal hingga akhir, serta menggunakan bahan baku terbarukan.

Digelarnya forum ini, diharap Aris mampu memberi gambaran pada investor tentang potensi Jatim. Selain itu, investor bisa menerima penjelasan konsep Green Industry yang sedang digencarkan pemerintah.

''Intinya, kami ingin mempertemukan, setelah bertemu lalu klik, maka investasi berjalan di Jawa Timur,'' tambahnya.

Salah satu potensi yang ditampilkan pada forum tersebut yakni Kota Madiun. Wali Kota Madiun Maidi bahkan hadir dan memberikan gambaran umum. Dia mengatakan Kota Madiun sangat kecil dan dikelilingi 11 kabupaten dan kota.

''Jumlah penduduk Kota Madiun sedikit, tapi jumlah penduduk yang mengelilingi kami mencapai 10 juta,'' ucapnya.

Maidi memberi jaminan untuk menyediakan infrastruktur bagi investor yang masuk ke Kota Madiun. Misalnya masalah retribusi, Maidi tidak akan menariknya. Dia hanya fokus pada multiplayer effect-nya.

Di kesempatan ini, Head of Second Cities Unit United Kingdom Embassy Samuel Hayes menceritakan Green Industry di Inggris. Saat ini ada beberapa konsep yang sudah diterapkan. Salah satunya 10 point plant yang diterapkan di negara tersebut.

"Proyek ini hemat, efisien, dan ramah lingkungan," ungkapnya.

Dia juga memaparkan nilai lebih dari sistem Green Industry. Selain ramah lingkungan, biaya industri juga lebih hemat. Samuel yakin, Green Industry memiliki manfaatkan besar bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi.

Sementara itu, forum yang berlangsung virtual itu digelar di Hotel Shangri-La. Namun secara offline, hadir pula puluhan investor, Wali Kota Madiun Maidi, perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, serta himpunan pengusaha muda Indonesia (Hipmi) Jawa Timur. Sedangkan secara online, hadir perwakilan pengusaha dari Malaysia, serta Head of Second Cities Unit United Kingdom Embassy Samuel Hayes.

(hil/iwd)