RSLI Surabaya Kini Hanya Sisakan Satu Saja Pasien COVID-19

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 21:47 WIB
pasien di RSLI hanya tinggal satu
Pasien COVID-19 di RSLI hanya tinggal satu (Foto: Dok. RSLI Surabaya)
Surabaya -

Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya hari ini mewisuda 9 pasien COVID-19 dari kalangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI. Di sini, wisuda berarti pasien tersebut telah dinyatakan sembuh dengan hasil swab PCR negatif.

Ini berarti RSLI telah tuntas merawat seluruh TKI yang positif COVID-19. Data yang diterima detikcom, selama 4 bulan ini Satgas PMI Jatim telah mengirim 1.243 TKI yang terkonfirmasi positif untuk dirawat di RSLI.

Kini, di RSLI hanya tersisa satu pasien COVID-19 dari umum atau mandiri yang masih menjalani perawatan. Pasien bernama Nur (29) asal Purwokerto ini masuk RSLI pada Jumat (24/9). Dia mengaku harap-harap cemas menunggu hasil swab lanjutannya sebelum diperbolehkan pulang.

Nur menambahkan dirinya agak bingung dan dilanda perasaan senang bercampur sedih. Ia senang lantaran semua teman-temannya dinyatakan sembuh dan bisa pulang hari ini. Namun ia bersedih, karena masih harus menunggu hasil swab PCR.

pasien di RSLI hanya tinggal satuPasien COVID-19 di RSLI hanya tinggal satu (Foto: Dok. RSLI Surabaya)

"Saya hari ini sudah di-swab PCR. Semoga hasilnya negatif, dan bisa segera pulang. Sedih malam ini saya sendirian, ruangannya luas sekali. Semoga besok bisa pulang," kata Nur di Surabaya, Rabu (29/9/2021).

Sementara itu, Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) RSLI yang juga dokter spesialis paru, dr. Nevy Shinta Damayanti, Sp.P. mengatakan, pihaknya hari ini memulangkan 9 pasien dan tersisa 1 pasien. Nevy optimis, RSLI besok sudah menuju zero pasien. Kendati demikian, rumah sakit lapangan ini tetap buka dan masih menerima kedatangan pasien.

Nevy juga memaparkan dalam dua bulan terakhir, pasien memang didominasi dari PMI atau luar negeri. Pada beberapa waktu lalu, ada beberapa sampel yang sudah dikirimkan untuk meneliti adanya mutasi varian baru COVID-19. Namun sampai sekarang belum atau tidak ada jawaban.

"Alhamdulillah, artinya kemungkinan tidak ada mutasi, sehingga kita tidak berpikir ke sana. Yang terpikir ke depan tetap jalankan protokol kesehatan di manapun berada. Mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, mengurangi mobilitas, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta menghindari makan bersama adalah hal wajib yang sekarang harus kita biasakan," paparnya.

RSLI juga tetap beraktivitas seperti biasa dengan membenahi segala sesuatu dan melakukan evaluasi. Mengingat jumlah pasien pernah mencapai lebih dari 10 ribu. Dari ribuan pasien tersebut tentunya ada banyak data yang bisa diolah dan disajikan dalam bentuk grafis.

Tak lupa nakes juga akan melakukan penyegaran keilmuan, hingga bekerja sama dengan relawan membuat webinar.

"Bukan hanya nakes, perawat, dokter, administrasi semuanya akan kembali lagi me-refresh keilmuan, sebagai langkah peningkatan kapsitas, sekaligus bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapai perkembangan dan tantangan ke depan," pungkas Nevy.

(hil/iwd)