Round-Up

Sakit Hati Tak Dihargai Lagi Berujung Suami Tega Habisi Istri Siri

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 09:46 WIB
pembunuhan di malang
Sofyanto, suami yang membunuh istri sirinya (Foto: Muhammad Aminudin)
Kota Malang -

14 Tahun hidup bersama tak membuat pasangan siri ini hidup rukun dan damai. Yang terjadi justru musibah. Sang suami membunuh istri sirinya. Penyebabnya karena sang suami sudah merasa tak dihargai lagi.

Peristiwa pembunuhan di Kota Malang ini dilakukan Sofyanto (56) terhadap istri sirinya, Ratna Darumi Soebagio (56). Pembunuhan dilakukan di rumah yang mereka tinggali belasan tahun lamanya di Jalan Emprit, Sukun, Kota Malang.

"Pelaku sakit hati, karena merasa tak dihargai sebagai suami siri. Korban dipukul di bagian kepala belakang beberapa kali dengan palu," ujar Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (28/9/2021).

Kasat Reskrim Polresta Kota Malang Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan hubungan pasangan tersebut sudah 4 tahun belakangan tak lagi harmonis. Dan itu membuat keduanya pisah ranjang, meskipun tinggal satu rumah.

"Sudah empat tahun pisah ranjang. Pembunuhan ini sudah direncanakan pelaku. Puncaknya, di hari kejadian saat korban akan memilih pindah rumah," beber Tinton.

Di malam kejadian itu, kekesalan pelaku memuncak saat melihat korban akan pindah rumah. Palu tanpa gagang digunakan untuk menganiaya korban di ruang kamar mandi.

"Palu tidak menggunakan gagang, korban dirangkul dari belakang terus dipukul bagian kepala belakang di kamar mandi," jelas Tinton.

Awalnya tak ada yang mengetahui jika tewasnya korban akibat dibunuh pelaku. Kasus ini berawal dari laporan putra kandung korban yang merasa ada kejanggalan dari kematian ibunya. Waktu kejadian adalah Jumat (17/9), malam. Sementara korban meninggal dunia Sabtu (18/9), dini hari.

"Kasus ini dilaporkan hari Minggunya oleh anak korban. Kita sempat ada kesulitan, ketika kasus dilaporkan kondisi TKP sudah bersih dan jenazah sudah disemayamkan di rumah persemayaman," terang Tinton.

"Pelaku membuat korban seolah-olah jatuh di kamar mandi dan menyebabkan meninggal dunia. Tetapi fakta-fakta penyelidikan, kematian korban karena dibunuh," sambung Tinton.

Bukti menunjukkan korban dibunuh adalah hasil autopsi, adanya bekas pukulan benda tumpul di bagian kepala belakang sehingga terjadi pendarahan.

"Korban dipukul beberapa dengan palu di kamar mandi. Kesesuaian di dapatkan dari hasil autopsi dan pengakuan tersangka. Jadi membantahkan, jika korban meninggal akibat jatuh di kamar mandi," tegas Tinton.

Pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Selain Pasal 338 KUHP karena menghilangkan nyawa orang lain.

Simak juga 'Suami Tega Habisi Nyawa Istri Gegara Kerap Pergi Tanpa Izin':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)