Keduk Brumbun, Tradisi Warga di Petirtaan Jenggala Sunan Drajat

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 08:58 WIB
Ada Sendang Brumbun di Lamongan. Setiap tahun, digelar tradisi Keduk Brumbun di sendang tersebut.
Tradisi Keduk Brumbun di Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo/detikcom
Lamongan -

Ada Sendang Brumbun di Lamongan. Setiap tahun, digelar tradisi Keduk Brumbun di sendang tersebut.

Sendang Brumbun berada di Dusun Tepanas, Desa Kranji, Kecamatan Paciran. Ini dikenal sebagai pemandian air panas dengan nuansa alami karena lokasinya yang asri.

"Tradisi bersih-bersih yang oleh warga dikenal dengan istilah Keduk Brumbun ini memang biasa digelar setiap tahunnya, tepatnya pada Bulan September," kata Kepala Desa Kranji, H Husnul Wafiq saat berbincang dengan wartawan, Rabu (29/9/2021).

Selain menggelar bersih-bersih di sekitar sendang, lanjut Husnul, warga setempat juga mengadakan serangkaian kegiatan seperti khotmil Qur'an dan istighosah yang telah dimulai sejak Minggu (26/9/2021). Tradisi Keduk Brumbun ini, menurut Husnul, digelar secara turun temurun di mana masyarakat sekitar membersihkan mata air di Sendang Brumbun dari kotoran-kotoran dan sisa-sisa lumpur belerang.

"Selain untuk memperlancar sumber air yang keluar, juga untuk gotong royong dan wadah silaturahmi warga serta, sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas pemberian mata air Brumbun ini," ujarnya.

Ada Sendang Brumbun di Lamongan. Setiap tahun, digelar tradisi Keduk Brumbun di sendang tersebut.Ada Sendang Brumbun di Lamongan/ Foto: Eko Sudjarwo/detikcom


Husnul mengatakan, Sendang Brumbun memiliki 2 mata air yaitu air panas dan mata air dingin. Ketika kemarau debitnya menurun tapi masih mencukupi kebutuhan warga.

Ke depan, lanjut Husnul, Brumbun yang memiliki luas wilayah sekitar 4 hektare ini bisa menjadi salah satu sumber PADes dengan memberdayakan masyarakat sekitar.

"Kami akan menambahkan beberapa fasilitas, perbaikan akses jalan masuk, area outbound, spot selfie, penambahan taman di gerbang masuk, dan lain-lain," terangnya.

Juru Kunci Brumbun, Ahmad Tasrun menambahkan, tradisi bersih-bersih sendang sudah dilakukan oleh warga sejak lama. Waktu pelaksanaan, aku Tasrun, sudah ditentukan oleh para leluhur sejak dahulu yaitu setiap Bulan September di hari pasaran Legi.

"Warga yang hadir membawa sejumlah makanan dan jajanan ke lokasi sebagai ungkapan syukur. Kalau dulu, biasanya warga banyak yang membawa tumpeng dan hasil bumi sambil berjalan kaki bersama menuju lokasi," terang Tasrun yang juga Kepala Dusun (kasun) Tepanas.

Simak juga 'Kelezatan Nasi Boran Ikan Sili Bumbu Pedas':

[Gambas:Video 20detik]