Hadiri Pembukaan FESyar, Khofifah Harap Perekonomian di Jatim Terus Tumbuh

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 21:41 WIB
Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah (Foto: Dok. Pemprov Jatim)
Surabaya -

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2021. Khofifah berharap ajang ini bisa membangkitkan perekonomian di Jatim.

Di kesempatan ini, Khofifah mengatakan tren COVID-19 di Jatim menunjukkan penurunan kasus. Saat ini, Jatim sudah aman dan berada di level 1 sesuai asesmen Situasi COVID-19 Kemenkes RI.

Khofifah menyebut hal ini merupakan momentum untuk membangkitkan perekonomian. Namun tetap harus waspada dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Se-Jawa dan Bali baru ada 32 kabupaten atau kota yang level 1. Dari 32, ada 27 kabupaten atau kota di Jatim. Insya Allah Jatim aman. Saya ingin menyampaikan ini adalah kerja keras kita semua, doa kita semua. Tapi kita harus waspada, apa lagi ada terkonfirmasi varian baru, mudah-mudahan kita dijauhkan dari bala dan musibah," kata Khofifah di Tunjungan Plaza Surabaya, Senin (27/9/2021).

Di kesempatan ini, Khofifah juga mengungkapkan jika halal tengah menjadi gaya hidup masyarakat. Khofifah mengatakan hal ini menjadi pasar yang memiliki potensi besar.

"Pertama, jaminan halal sudah diakui oleh World Trade Organization. Pada posisi insyaallah sudah on the right track. Yang kedua, Populasi umat Islam di tahun 2030 2,158 miliar atau 26% dari populasi dunia," ungkap Khofifah.

"Pasar produk halal Asia Pasifik 62%. Kita berada di Indonesia. Artinya koneksitas kita dengan negara di Asia Pasifik akan menjadi potensi yang luar biasa untuk kita kembangkan. Halal juga menjadi gaya hidup masyarakat global. Maka apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Hari ini memang kita bersama dalam koordinasi BI mendukung pembiayaan syariah," imbuhnya.

Tak hanya itu, Khofifah mengatakan sejumlah negara di dunia juga tengah membidik pasar Muslim dengan industri hingga pariwisata halal. Misalnya saja Jepang, Korea hingga Dubai.

"Mari kita melihat Korea yang memiliki visi menjadi destinasi utama pariwisata halal. Ini yang bisa kita dorong. Pesantren tak hanya menyiapkan produk tapi visi menjadi pariwisata halal, banyak pantai, gunung, hingga siklus budaya," tambahnya.

Untuk itu, Khofifah ingin memanfaatkan momentum ini. Dia menyebut di Sidoarjo sudah ada kawasan industri halal untuk pelaku UMKM.

"Saya ingin mengajak insyaallah 30 besok bapak wapres akan meninjau kawasan industri halal di Sidoarjo. Ini pertama di Indonesia untuk pelaku UMKM," ujar Khofifah.

"Kita akan berkomitmen untuk bisa menguatkan dari mayoritas penduduk apa yang sebetulnya bisa kita inisiasi. Kita kuatkan kembali apa yang bisa kita maksimalkan. Saya ingin bersambung dengan apa yang disampaikan, bagaimana digitalisasi sistem menjadi bagian yang penting. Transformasi digital adalah sebuah kebutuhan," tutupnya.

Diketahui, dalam FESyar ini ada 4 hal yang diusung BI Jatim. Yakni, deklarasi Rumah Kurasi untuk penguatan UMKM dan OPOP. Penandatanganan kerja sama Hebitren se-Jawa, penyaluran pembiayaan ZISWAF dan Fintech untuk pembiayaan UMKM produktif.

"Harapannya kita untuk menggeliatkan kegiatan ekonomi, apa lagi setelah ada PPKM semoga ekonomi bisa tumbuh kembali. Namun, tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan," harap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto.

(hil/iwd)