Ucapan Ustaz Cabul 'Sama Guru Harus Nurut' Lancarkan Aksi Perdayai 34 Santriwati

Adhar Muttaqin - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 13:22 WIB
Trenggalek -

Seorang ustaz melakukan pencabulan di Trenggalek terhadap 34 santriwati disebut melakukan manipulasi. Psikolog menilai aksi cabul dengan manipulasi ini untuk melancarkan aksinya. Bentuk manipulasi itu perkataan pelaku yang menyebut "Kalau sama gurunya harus nurut, tidak boleh membantah".

Padahal seharusnya doktrin itu bukan ditujukan untuk hal negatif, apalagi tindakan pencabulan dan pelecehan seksual lainnya.

Psikolog asal Tulungagung, Ifada Nur Rohmaniah, mengaku karena ada hubungan guru dan murid memudahkan pelaku melakukan manipulasi.

"Perkataan itu sebenarnya sebagai bentuk manipulasi pelaku. Kalau kita lihat rentang usia antara pelaku dan korban kan cukup jauh, dua kali lipatnya. Sehingga potensi untuk menurut itu besar, apalagi di situ ada hubungan guru dengan murid," kata Ifada, Minggu (26/9/2021).

Manipulasi yang dilakukan pelaku terkesan halus, serta kondisi psikologis para santri yang masih polos, membuat pelaku dengan mudah memperdayai korban.

Melihat kondisi seperti itu, pihaknya menilai pentingnya pendidikan seksual yang tepat pada murid atau santri. Sehingga mereka mampu mendeteksi dan bersikap jika mendapat ancaman kekerasan seksual maupun pencabulan.

Baca juga: Ucapan Ustaz Sebelum Cabuli Santriwati 'Sama Guru Harus Nurut Tak Boleh Bantah'

Sebelumnya, Satreskrim Polres Trenggalek menangkap seorang ustaz, SM (34) warga Desa/Kecamatan Pule, Trenggalek karena telah mencabuli 34 santriwati di salah satu pondok pesantren.

Kasus cabul pendidik tersebut terbongkar setelah salah satu korban menceritakan perbuatan pelaku kepara orang tuanya.

Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Arief Rizky Wicaksana, mengatakan pelaku menjalankan aksi cabul selama tiga tahun terakhir, mulai 2019 sampai dengan 2021.

Dalam melancarkan perbuatan mesum itu, tersangka berpura-pura memanggil santriwati yang diincar dan selanjutnya diajak ke tempat sepi. Di situlah, ustaz cabuli santriwati dengan cara diraba.

"Jadi SM, biasanya menyampaikan kalimat, kalau sama gurunya harus nurut, tidak boleh membantah," ujarnya.

(fat/fat)