Mendes PDTT Kenalkan Konsep Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 17:08 WIB
mendes pdtt di lamongan
Mendes PDTT bersama Bupati Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar berkunjung ke Lamongan. Kedatangan pria yang akrab disapa Gus Menteri ini untuk mendiskusikan konsep penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Gus Menteri mengungkapkan konsep ini adalah solusi yang diharapkan mampu dilaksanakan untuk mencapai target Presiden Joko Widodo mewujudkan 0 persen kemiskinan ekstrem di tahun 2024. Penanggulangan kemiskinan ekstrem ini, kata Gus Menteri, menggunakan pendekatan mikro berbasis desa yang datanya diperoleh langsung dari desa sehingga akan lebih detail.

"Target presiden 0 persen kemiskinan ekstrim di tahun 2024 ini tidak akan terwujud, kalau cara kerjanya tidak mikro. Tidak berbasis data desa dengan bupati sebagai leader dalam penanganan ini, dan pemerintah pusat pemerintah provinsi mengikuti roadmap yang dipersiapkan oleh pemerintah daerah," kata Gus Menteri saat berdiskusi dengan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Guet House Pemkab Lamongan, Sabtu (25/9/2021).

Dikatakan Gus Menteri, ada 2 macam kemiskinan ekstrem, yakni warga miskin ekstrem yang hampir seluruh kompleksitas multi dimensi kemiskinan yang dimiliki seperti lansia, tinggal sendiri, tidak bekerja, difabel, memiliki penyakit kronis, rumah tidak layak, tidak memiliki fasilitas memadai. Kategori kedua, menurut Gus Menteri, serta warga miskin ekstrem yang masih mungkin melakukan aktualisasi diri untuk bertahan hidup.

"Untuk kategori miskin yang pertama penanganannya pemerintah wajib hadir sesuai dengan ketentuan undang-undang, tapi untuk yang nomor dua ini masih bisa diberdayakan. Kategori miskin ini bisa dipilih di masing-masing desa, akan lebih jelas penanganan dan pasti akan selesai," ujarnya.

Gus menteri berharap, kategori kemiskinan ini dapat dipilah di masing-masing desa sehingga dapat mempermudah penanganan. Selain strategi pendekatan mikro berbasis desa dengan leader Kabupaten, lanjut Gus Menteri, pelaksanaan dan tindak lanjut melalui posyandu kesejahteraan juga dianggap efektif untuk dikembangkan.

"Saya berharap dengan sangat, langkah pemerintah pusat untuk menciptakan atau mewujudkan target Pak Presiden ini bisa terwujud dan dimulai dari kabupaten Lamongan," tambah Gus Menteri.

Menanggapi ajakan Gus Menteri tersebut, Yuhronur mengungkapkan kesiapannya untuk mewujudkan 0 persen kemiskinan ekstrem di Lamongan. Menindaklanjuti hal tersebut, bupati yang akrab disapa Pak Yes ini juga meminta berbagai pihak terkait untuk segera melakukan sinergi untuk mempertajam dan memfokuskan penanganan kemiskinan ekstrem di Lamongan.

"Pada prinsipnya setelah diberikan pemahaman secara komprehensif, kami siap untuk 0 persen kemiskinan ekstrim khususnya di Kabupaten Lamongan. Melihat strategi dan beberapa hal tersebut, pada prinsipnya elemen-elemen yang kita gunakan nanti untuk kesuksesan strategi itu sebenarnya sudah siap, posyandu di sini sudah berkembang dengan baik, sudah mencakup lansia, pendidikan, tinggal sebenarnya penajaman di masing-masing itu," ungkap Pak Yes.

(iwd/iwd)