Wanti-wanti Dispendik Surabaya ke SD-SMP Agar Tak Muncul Klaster Sekolah

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 20:25 WIB
Sejumlah sekolah di Surabaya melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Selain kenakan seragam, ada pula siswa yang kenakan baju bebas di hari pertama PTM.
PTM terbatas di Kota Surabaya/Foto: Esti Widiyana/Detikcom
Surabaya -

Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Surabaya digelar di 213 sekolah. Terdiri dari 112 SD dan 101 SMP.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengantisipasi agar tidak terjadi klaster COVID-19 di sekolah. Kepala Dispendik Surabaya Supomo mengatakan, awalnya PTM terbatas untuk jenjang SMP saja sejak 6 September 2021. Baru mulai 20 September 2021, PTM terbatas digelar jenjang SD.

"Total SD yang sudah melakukan PTM terbatas mulai Senin sebanyak 112 sekolah, baik negeri maupun swasta. Sedangkan jenjang SMP 101 sekolah. Jumlah ini terus bertambah dan dinamis seiring selesainya asesmen, karena yang diasesmen sekarang ada sekitar 161 sekolah," kata Supomo, Kamis (23/9/2021).

Supomo memastikan, pelaksanaan PTM itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan tidak mau terburu-buru membuka PTM sebelum lolos asesmen. Sebab, ia tidak ingin PTM itu menimbulkan klaster baru di Kota Surabaya.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Dispendik menugaskan tim satgas mandiri sekolah beserta kepala sekolah, untuk selalu melakukan pemantauan dan pengamatan kepada siapa pun yang masuk dan ada di sekolah.

"Kalau ada tanda-tanda tidak sehat, maka pihak sekolah wajib melakukan tindakan-tindakan dan meminta yang bersangkutan tidak beraktivitas di sekolah. Jadi, kalau dia guru bisa mengajar online dari rumah, dan kalau siswa kita minta untuk mengikuti daring dari rumahnya," ujarnya.