Begini Cara Ganjar Pranowo Memaknai Agile Leadership

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 17:39 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Universitas Dinamika (Undika) Surabaya mengulas makna agile dalam kepemimpinan. Menurut Ganjar, yang penting dalam memaknai agile leadership yakni adaptif.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo/Foto: Tangkapan Layar
Surabaya -

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Universitas Dinamika (Undika) Surabaya mengulas makna agile dalam kepemimpinan. Menurut Ganjar, yang penting dalam memaknai agile leadership yakni adaptif.

Contohnya memanfaatkan dan menggunakan teknologi informasi untuk mempermudah kinerja birokrasi. "Sekarang ini beli gak perlu duit sudah terjadi, setor duit gak perlu di bank sudah terjadi. Ini sudah terjadi semua, semua ini konsep, tapi tidak semua adaptif jadi hanya membayangkan, jadi ketika terjadi ada yang gagap atau gaptek," kata Ganjar seperti dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (23/9/2021).

Menurut Ganjar, teknologi informasi saat ini telah mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat. Di mana semua aktivitas lebih praktis, simpel dan bisa dilakukan melalui online.

Ia juga telah menerapkan konsep agile dalam memimpin masyarakat di Jawa Tengah. Baik dalam mengambil keputusan kebijakan maupun dalam mengatur pegawai dinas. Memperbaiki sistem birokrasi dimulai dari para staf di kedinasan. Selanjutnya bisa diterapkan pada masyarakat.

"Misalnya menerapkan laporan secara online agar lebih cepat dan praktis. Tapi ini juga awalnya gak siap birokrasi, akhirnya kami menginstruksikan agar setiap ASN mempunyai email dan sosial media," jelasnya.

Mulanya banyak pegawai yang mengatakan tidak mampu, terang Ganjar, namun setelah dipaksa dan didorong untuk beradaptasi akhirnya membuahkan hasil. Sehingga dalam satu bulan pegawai-pegawai sudah bisa menggunakan email dan sosial media.

Ia melanjutkan, saat ini pemerintah dan masyarakat tidak lagi berjarak. Masyarakat yang ingin melaporkan keluhan layanan, kesulitan perekonomian atau berkomunikasi langsung dengan gubernur bisa mengirim pesan melalui sosial media Instagram. Pesan-pesan tersebut akan direspons dan ditindaklanjuti secara langsung oleh Ganjar Pranowo.

Ia juga menjelaskan mempunyai aturan dalam memilih kepala dinas. Calon kepala dinas harus mempunyai proyek perubahan dan inovasi untuk menyelesaikan masalah yang tengah terjadi.

"Jadi jika tidak punya inovasi dan project perubahan harus mundur, biar yang lain yang bisa berinovasi yang menjabat," ujarnya.

Ia berpesan, segenap insan harus berusaha, berikhtiar, berdoa dan meminta restu orang tua untuk menggapai segala impian. "Integritas juga harus dijaga, hormati orang tua, guru-guru dan cintai bangsa dan negara," pesannya.

Webinar Undika Surabaya berlangsung secara hybrid. Baik di Zoom meeting, live YouTube dan di Universitas Dinamika. Diikuti oleh ribuan peserta, baik dari siswa-siswi SMA, akademisi dan peserta umum.

(sun/bdh)