Pengakuan Terduga Pelaku Fetish Mukena: Jalani Proses Hukum-Terapi Penyembuhan

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 21:38 WIB
Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Dalam Kasus Fetish Mukena
Terduga pelaku fetish mukena berdiri (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang -

Terduga pelaku fetish mukena berinsial D mengaku siap bertanggung jawab bila ditemukan ada unsur pidana. Selain itu, D juga menjalani perawatan dan penyembuhan didampingi para psikolog.

"Saya secara pribadi juga bersedia apabila tindakan saya tersebut melanggar hukum, maka akan diproses secara hukum dengan hukum yang berlaku saat ini," kata D yang dihadirkan penyidik dalam konferensi pers di Mapolresta Jalan Jaksa Agung Suprapto, Senin (20/9/2021).

"Saya juga akan melakukan terapi terkait dengan kejiwaan yang saya alami," sambungnya.

Baca juga: Belum Temukan Unsur Pidana, Kasus Fetish Mukena di Malang Dihentikan

Dalam pengakuannya, D sengaja memajang foto-foto para model hanya untuk memenuhi hasrat fetish kepada mukena. Dan ia mengakui, sebagai pemilik akun twitter Selfie Mukena di mana banyak foto para model diunggah dalam akun tersebut.

"Saya adalah pemilik akun dari twitter Selfie Mukena yang selama ini ramai di khalayak publik. Saya tidak ada maksud apapun," tegasnya.

Pria berkaca mata itu juga meminta maaf secara terbuka kepada warga Malang Raya utamanya, khususnya para model yang dijadikan foto model mukena tersebut.

Baca juga: Ungkap Fetish Mukena di Malang, Polisi Libatkan Ahli Bahasa dan Kominfo

"Saya meminta maaf secara pribadi kepada warga Malang Raya, khususnya para model yang fotonya telah saya posting di akun Twitter Selfie Mukena, tanpa ada maksud dan tujuan apapun karena saya tertarik atau suka kepada mukenanya tersebut," tuturnya.

Sementara, psikolog Sayekti Pribadiningtyas mengungkapkan, telah memeriksa kondisi kejiwaan D dan memastikan adanya penyimpangan seksual yang dialami. Namun, upaya penyembuhan terhadap D tidak bisa memakan waktu sebentar, melainkan bisa bertahun-tahun.

"Saya telah melakukan pemeriksaan terhadap saudara DA, pemeriksaan psikologis. Saya adalah seorang psikolog klinis. Maka setelah dilakukan pemeriksaan, dapat disimpulkan, bahwa DA itu adalah mengidap gangguan. Butuh waktu yang cukup panjang, jadi ini bukan terapi singkat konsultasi dengan psikologi cukup dua tiga kali empat kali tidak seperti itu. Tetapi ada masa-masa yang panjang dan biasanya kalau yang sudah kecanduan, ada perilaku kompulsif artinya dia harus melakukan setiap hari itu kan lebih berat," terang Sayekti terpisah.

Simak video 'Model Korban Fetish Mukena di Malang Lapor Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)