Suroto dan Peternak Blitar Galau Menanti Realisasi Janji Jokowi

Erliana Riady - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 18:43 WIB
Rumah Suroto digeruduk Emak-emak Peternak Blitar
Emak-emak Peternak Blitar datangi Suroto (Foto: Istimewa)
Blitar -

Di balik keberuntungan Suroto diundang ke Istana Kepresidenan, ada kegalauan yang dirasakan. Karena pada peternak ayam layer inilah, janji Presiden Jokowi menurunkan harga jagung disampaikan.

Kepada detikcom Suroto bercerita, pertemuannya dengan Presiden Jokowi dalam sebuah rapat koordinasi resmi. Di momen itu, turut hadir Mentan Yasin Limpo dan Mendag Muhammad Lutfi.

Dalam instruksinya, Jokowi memerintahkan dua menteri itu memberikan solusi menyediakan jagung sebagai bahan utama pakan ternak dengan harga di kisaran Rp 4.500/kg.

"Mentan menyampaikan siap menyediakan jagung untuk pakan ayam sebanyak 30.000 ton. Tapi gak jelas jagung sebanyak itu hanya untuk peternak Blitar atau untuk semuanya," tutur Suroto kepada detikcom, Sabtu (18/9/2021).

Dari jagung sebanyak 30.000 ton jagung itu, lanjut Suroto, Mendag kemudian mengkalkulasi anggaran subsidi yang disiapkan negara Rp 45 miliar. Jagung dengan harga Rp 4.500/kg, dijanjikan akan direalisasikan dalam pekan ini.

Baca juga: Digeruduk Emak-emak Peternak Blitar, Suroto Sungkan Tanya Stafsus Jokowi

Namun sampai hari ini, janji itu belum terealisasi. Hingga para emak-emak peternak layer mendatangi rumahnya untuk menanyakan kapan janji Jokowi tersebut terealisasi.

"Ya saya ndak tahu mesti gimana. Wong katanya dalam minggu ini. Saya juga maklum kalau ibu-ibu berdatangan kesini menanyakan kapan jagung harga Rp 4.500 itu ada. Karena mereka semua lihat tayangan tv, baca berita-berita itu, tapi sampai saat ini gak ada kabar kelanjutannya gimana. Kondisi kami sama, mau bangkrut semua," tandasnya.

Sebenarnya, sekitar 3 tahun lalu, kementan telah menginisiasi kerjasama langsung antara petani jagung dengan para peternak layer. Kerjasama tersebut dengan cara, peternak layer Blitar langsung mengambil panen jagung dari lahan petani di wilayah Blitar. Namun, kerjasama itu saat ini tidak berjalan sesuai harapan.

"Petani banyak yang setor ke pengepul. Mungkin mereka ambil harga jagung lebih tinggi dari kesepakatan dengan kami. Jadi kami susah lagi dapat jagung dengan harga standar Rp 4.500/kg. Padahal, hari ini harga telur dari kandang masih di kisaran Rp 13.500/kg. Sehari kami tombok Rp 1 juta. Sudah tak ada lagi aset yang bisa digadaikan untuk dapat modal segar buat beli pakan," pungkasnya.

Simak video 'Hasil Pertemuan Jokowi dan Peternak Blitar yang Protes Harga Jagung':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)