258 Paket Benih Tanaman Ilegal dari 25 Negara Dimusnahkan

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 15:44 WIB
pemusnahan benih karantina surabaya
258 Paket benih tanaman ilegal dimusnahkan (Foto: Andhika Dwi Saputra)
Kediri -

Karantina Pertanian Surabaya memusnahkan benih tanaman dan makanan dari luar negeri. Ada 258 paket benih ilegal tersebut yang dipaksa masuk ke Indonesia.

Media pembawa tersebut dikirim melalui Kantor Pos Besar Kediri sebanyak 166 paket, Bandara Abdul Rahman Saleh serta Kantor Pos Besar Malang sebanyak 92 paket yang dikemas dalam bentuk saset, pak, dan boks.

Pemusnahan kali ini merupakan hasil penahanan dalam kurun waktu sampai dengan bulan September tahun 2021. Total benih yang dimusnahkan sebanyak 734,43 kilogram dan 48 batang, yang didapatkan dari Wilayah Kerja Kediri sebanyak 568,97 Kg dan 28 batang serta wilayah kerja Malang sebanyak 165,46 Kg dan 20 batang.

"Ini terbukti dengan adanya pemasukan 258 paket dan total sejumlah 734,43 Kilogram dan 48 batang dari wilayah Kediri dan Malang yang berisi berbagai macam benih tanaman hias, tanaman perkebunan, sayuran dan buah, umbi ginseng, bawang putih, lada, jamur, dan kurma dari berbagai negara. Ini merupakan hasil penahanan dalam kurun waktu sampai dengan bulan September tahun 2021," kata Musyaffak kepada wartawan, Jumat (17/9/2021).

pemusnahan benih karantina surabayaFoto: Andhika Dwi Saputra

Pemusnahan dilakukan karena benih tersebut tidak disertai dokumen yang diwajibkan dan dikhawatirkan mengandung Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) kategori golongan A1 atau belum terdapat di Indonesia.

"Tindakan pemusnahan ini dilakukan karena pemilik barang tidak bisa menunjukkan dokumen yang dipersyaratkan, artinya tidak ada jaminan kesehatan terhadap benih tersebut. Hal ini menjadi perhatian kami agar tidak menjadi ancaman yang serius bagi pertanian di Indonesia khususnya di Jawa Timur," imbuh Musyaffak.

Selain itu, Musyaffak juga menyampaikan bahwa persyaratan pemasukan benih atau bibit dan hasil tanaman ke Indonesia harus dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan seperti Phytosanitary Certificate (PC) yang menjadi jaminan dari otoritas karantina negara asal bahwa komoditas tersebut bebas dari OPTK, serta harus dilengkapi persyaratan tambahan berupa Surat Ijin Pemasukan dari Menteri Pertanian (SIPMENTAN) khusus benih dan bibit tanaman.

"Tindakan pemusnahan kita lakukan, karena pemilik barang tidak bisa melengkapi dokumen yang dipersyaratkan dan tidak segera mengeluarkan atau mengembalikan MP tersebut ke negara asalnya," kata Musyaffak.

Media pembawa OPTK tersebut berasal dari 25 Negara yaitu Australia, Srilanka, Inggris, Bulgaria, Saudi Arabia, Rusia, Tonga, Republik Ceko, Oman, Ukraina, Canada, Amerika Serikat, China, Jepang, Hongkong, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Malaysia, Thailand, Jerman, Yunani, Kyrgyzstan, Laos, dan Belanda.

Pemusnahan benih ini dilakukan di Kantor Pos Kediri dengan cara di bakar dan di pendam dalam tanah.

(iwd/iwd)