Kolam Injeksi Pabrik Gula di Kota Kediri Tumpah Bikin Jalan Berbau Tak Sedap

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Minggu, 12 Sep 2021 21:51 WIB
pabrik gula pesantren kediri
Polisi di pabrik gula Pesantren (Foto: Dok. Polres Kediri Kota)
Kediri -

Jalanan di sekitar pabrik gula di Kecamatan Pesantren Kota Kediri tiba-tiba berbau tak sedap. Bau itu muncul saat hujan deras mengguyur. Air di jalan tersebut juga terasa panas.

Polisi yang mendapat laporan warga segera mendatangi lokasi. Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi membenarkan adanya laporan tersebut. Dan anggota langsung melakukan pemeriksaan kebenaran kabar itu.

"Iya anggota saya telah berada di lokasi dan sedang berkoordinasi untuk melakukan pengecekan di dalam pabrik gula yang dimaksud. Apakah yang menjadi penyebab bau tak sedap pada genangan air hujan di sekitar pabrik," kata Wahyudi kepada detikcom, Minggu (12/9/2021).

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Girindra Wardhana menjelaskan kronologi laporan warga terkait bau tidak sedap pada genangan air hujan di sekitar pabrik gula dan juga air yang panas.

"Awalnya sekira pukul 16.00 WIB terjadi hujan deras di area PG Pesantren Kota Kediri. Saat hujan itu, PG Pesantren ada giat produksi gula. Selanjutnya sekira pkl 16.30 WIB diketahui adanya kolam injeksi yang meluber yang mengakibatkan air dalam kolam injeksi tumpah hingga mengalir di beberapa area PG Pesantren serta terbawa aliran sungai di sekitar PG Pesantren," jelas Girindra.

"Dari keterangan salah seorang pegawai pabrik, bahwa kejadian tersebut terjadi karena adanya air hujan yang masuk ke kolam injeksi dimana daya tampung tidak mencukupi hingga akhirnya meluber. Melubernya air di kolam injeksi tersebut menimbulkan kepulan asap serta bau, yang mana kepulan asap tersebut karena memang di kolam injeksi airnya berasal dari kondensor dan air tersebut panas," imbuh Girindra.

Kendati demikian, kata Girindra, menurut pegawai pabrik gula yang sempat ditemui polisi, dalam kejadian tersebut air yang meluber tidak berbahaya. Dan air tersebut bukanlah air limbah meskipun terdapat bau dalam air tersebut. Air itu memang sempat mengalir di sekitar sungai di sekitar pabrik dan meluap ke jalanan permukiman warga saat hujan.

"Saat ini anggota masih di lokasi dan melakukan koordinasi terhadap pihak pabrik agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari," pungkas Girindra.

(iwd/iwd)