PeduliLindung di Supermarket hingga Pasar Surabaya Diberlakukan Pekan Depan

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 17:43 WIB
warga harus tunjukkan aplikasi pedulilindungi di supermarket
Swalayan di Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Penggunaan aplikasi Pedulilindungi diperluas. Setelah mal, kini merambah ke supermarket atau ritel modern. Kebijakan ini akan diterapkan mulai pekan depan, 14 September 2021.

Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan hal ini tertuang dalam Intruksi Menteri Dalam Negeri (inmendagri) No 39 tahun 2021. Dalam PPKM Level 4, 3 dan 2 di Jawa-Bali, supermarket wajib menggunakan aplikasi Pedulilindungi.

"Di Imnedagri no. 39 mulai departemen store, sekarang diminta ritel-ritel, supermarket juga bagian yang perlu ada aplikasi Pedulilindungi," kata Wiwiek saat dihubungi detikcom, Kamis (9/9/2021).

"Iya tanggal 14 September ini akan diterapkan penggunaan aplikasi Pedulilindungi di supermarket, ritel-ritel juga," tambahnya.

Wiwiek mengatakan, penggunaan aplikasi Pedulilindungi saat masuk supermarket ini memiliki tujuan baik. Seperti memantau hingga lebih mengoptimalkan lagi perilaku masyarakat dalam membiasakan diri di era new normal.

Pihaknya juga sudah memantau mal hingga departemen store.

"Kita sekarang sedang bekerja sama dengan asosiasi. Jadi asosiasi pengusaha ritel. jadi lewat asosiasi inilah mereka benar-benar akan memantau supermarket atau ritel-ritel yang diusulkan untuk mengikuti untuk mendapatkan QR barcode untuk Pedulilindungi," jelasnya.

Tak hanya itu, aplikasi ini tidak menutup kemungkinan juga akan diterapkan di pasar tradisional. Penerapan dengan aplikasi Pedulilindungi akan dilakukan bertahap.

"Penerapannya kan bertahap, kemungkinan juga bisa jadi. Namanya juga menguatkan, memperkuat, mengoptimalkan lagi semua warga Indonesia atau Surabaya ini mampu untuk berlaku hidup sehat, salah satu yang bisa dicapai prokes," jelasnya.

Oleh karena itu, vaksinasi terus digencarkan kepada masyarakat. Selain itu juga penerapan protokol kesehatan menjadi kebiasaan, masyarakat terbiasa taat menjaga tubuhnya.

Saat ditanya kapan akan diterapkan penggunaan aplikasi Pedulilindungi di pasar modern atau tradisional, Wiwiek belum bisa memastikan kapan. Pihaknya melihatnya setelah supermarket.

"Kita lihat dulu, kita optimalkan dulu, kita terapkan dulu di supermarket," pungkasnya.

Sementara salah satu kasir di supermarket di Jalan Ngagel Jaya Selatan, Yeti belum tahu kapan tempatnya bekerja menggunakan aplikasi Pedulilindungi. Namun, ia sendiri juga sudah tahu jika ada kebijakan tersebut.

"Iya tahu kalau ada kebijakan supermarket pakai aplikasi Pedulilindungi. Tapi ga tau kalau di sini kapan," pungkas Yeti.

(fat/fat)