Ini Vonis Terdakwa yang Gelapkan Voucher Hartono Elektronik Rp 4,4 Miliar

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 00:13 WIB
Steven Richard merupakan terdakwa penggelapan voucher PT Hatson Surya Electric atau Hartono Elektronik senilai Rp 4,4 miliar. Ia divonis 3 tahun 6 bulan penjara.
Steven Richard, terdakwa penggelapan voucher/Foto: Amir Baihaqi/detikcom
Surabaya -

Steven Richard merupakan terdakwa penggelapan voucher PT Hatson Surya Electric atau Hartono Elektronik senilai Rp 4,4 miliar. Ia divonis 3 tahun 6 bulan penjara.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menilai terdakwa terbukti melanggar Pasal 378 KUHP. "Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Steven Richard dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan," kata Hakim Martin Ginting saat membacakan amar putusan, Rabu (1/9/2021).

"Terdakwa Steven Richard dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP," imbuh Martin.

Putusan majelis hakim yang dijatuhkan kepada terdakwa sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Mendengar putusan tersebut, Nugraha Setiawan, pengacara terdakwa langsung menyatakan banding.

"Atas putusan majelis hakim kami akan mengajukan banding. Menurut kami, dari fakta persidangan sama sekali tidak dipertimbangkan," tutur Nugraha.

Sebelumnya diberitakan, seorang direktur perusahaan di Surabaya menjadi tersangka setelah dilaporkan PT Hatson Surya Electric atau Hartono Elektronik. Tersangka dilaporkan karena diduga menggelapkan voucher senilai Rp 4,4 miliar.

Tersangka adalah Steven Richard. Ia merupakan direktur di PT Surya Kreasi Smartindo. Perusahaan ini merupakan unit usaha dari Hartono Elektronik.

Tersangka merupakan mantan karyawan Hartono Elektronik. Jabatan terakhirnya yakni karyawan tetap sebagai sales and event strategy head division.

(sun/bdh)