Kasus COVID-19 Terus Menurun, Okupansi Hotel di Jatim Naik 5-10%

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 12:28 WIB
Ilustrasi hotel
Ilustrasi hotel (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Surabaya -

Sejak PPKM diberlakukan mulai 3 Juli, kasus COVID-19 berangsur-angsur menurun. Okupansi hotel yang sebelumnya anjlok akibat penerapan PPKM, kini berangsur naik.

"Ini angkanya (COVID-19) sudah menurun, BOR COVID di RS menurun, mudah-mudahan ada harapan. Ini sudah nyerah semua, kasihan," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Dwi Cahyono sat dihubungi detikcom, Selasa (31/8/2021).

"Ini ada kenaikan tapi tidak signifikan. Kemarin itu jatuh di 10% (okupansi), sekarang ini naik menjadi 15-20%. Naiknya 5-10% dari beberapa kota. Karena tidak semua hotel buka," tambah Dwi.

Dwi mengatakan salah satu faktor kembali naiknya okupansi hotel selain penurunan kasus, juga karena penurunan level. Dengan begitu, para tamu akan merasa lebih aman ketika menginap di hotel daerah tersebut.

"Sekarang ini konsumen sangat teliti dan mengerti sekali. Tamu ngecek tidak hanya destinasi tutup, hotel harga sekian-sekian. Tapi tamu juga ngecek di kota itu, misal Surabaya Raya, Malang Raya ini levelnya apa? BOR RS berapa. Semuanya menahan memang," jelas Dwi.

Jika pun nantinya destinasi wisata dibuka kembali, Dwi menekankan untuk harus berhati-hari. Pembukaan bisa dilakukan secara bertahap, artinya tidak langsung dibuka serentak untuk menghindari potensi kerumunan.

"Kalau dibuka memang harus hati-hati, bertahap. Kalau langsung buka, membeludak, penuh, akan menjadi masalah. Yang kena hotel restoran destinasi tutup lagi kalau angka tinggi. Oleh karena itu kita mengedukasi karyawan, masyarakat, dan tamu-tamu yang datang," urai Dwi.

Dwi juga menjamin hotel aman dan nyaman untuk menginap, sebab telah dilengkapi sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, & Environment Sustainability) atau Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, usaha/fasilitas lain terkait, lingkungan masyarakat, dan destinasi pariwisata secara gratis. Oleh karena itu, PHRI memastikan hotel di Jatim sudah lebih siap dengan sertifikat CHSE.

"Itu ngurusnya berat sekali, punya ruang isolasi, harus punya oksigen, punya platform dokter, dan macam-macan. Hampir semua hotel sudah mengurus. Hampir sama dengan hotel-hotel yang bekerja sama dengan RS, hampir sama standarnya. Kita ada satgasnya sendiri, ada oksigen, dokter, memang itu persyaratannya," pungkasnya.

Berikut PPKM daerah di Jatim dengan masing-masing levelnya:

PPKM Level 2: Kabupaten Tuban, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Pamekasan, dan Kota Pasuruan.

PPKM Level 3: Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jember, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Bangkalan.

PPKM Level 4: Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan, Kabupaten Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar.

(iwd/iwd)