Kisah Sudirno, Perancang Gambar Uang Rupiah yang Kini Hidup Sederhana

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 12:40 WIB
sudirno, perancang uang rupiah dari pacitan
Sudirno menunjukkan uang hasil rancangannya (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Pacitan -

Sekilas tak ada yang istimewa dari sosok Sudirno. Seperti halnya orang desa pada umumnya, penampilannya lugas dan sederhana. Kaus berlatar putih yang mulai kusam dengan balutan kain sarung menjadi kostum keseharian kakek 79 tahun tersebut.

Kesan langsung berubah kagum saat pandangan mengarah pada rak di ruang tamu. Ratusan buku dari beragam disiplin ilmu berderet di atasnya. Termasuk di antaranya buku 'Chairul Tandjung, Si Anak Singkong'. Pemandangan itu seolah menggambarkan luasnya cakrawala pengetahuan si pemilik.

"(Buku-buku) itu peninggalan waktu masih kuliah. Memang suka baca," tutur Sudirno saat ditanya detikcom tentang perpustakaan pribadinya, Sabtu (14/8/2021).

Ketika obrolan belum berlanjut, dirinya justru balik bertanya ihwal kedatangan detikcom menemuinya. Kalimat berbau kelakar selalu menjadi bumbu perbincangan. Suasana begitu hangat dan cair, bahkan dengan orang yang baru pertama kali dikenalnya.

"Jangan-jangan saudara ke sini mau menangkap saya. Kan saya bisa bikin uang," katanya disusul tawa lepas.

sudirno, perancang uang rupiah dari pacitanUang Rp 1.000 hasil rancangan Sudirno Foto: Purwo Sumodiharjo

Memang benar. Sudirno adalah satu di antara puluhan anak bangsa yang berjasa dalam pembuatan uang rupiah. Profesi yang dijalaninya adalah perancang gambar uang kertas. Namanya pun terabadikan di atas uang pecahan Rp 1.000 bergambar dr Sutomo dan Rp 10 ribu bergambar RA Kartini. Kedua pecahan uang itu terbitan tahun 1980.

Perjalanan ayah lima anak itu bermula pada tahun 1965. Kala itu Sudirno muda baru saja menyelesaikan pendidikan di sebuah SMA swasta di Madiun. Lulus sekolah, dia berniat mengadu nasib ke Jakarta. Rencana itu mulus berkat bantuan rekan kakaknya yang berstatus anggota Brimob.

Selama di ibu kota, asrama Brimob menjadi tempat tinggal sementara. Sebagai perantau, kala itu dirinya belum memiliki pengalaman hidup di kota. Pun urusan melamar pekerjaan, dirinya hanya mengandalkan naluri dan keyakinan.

"Waktu itu kerjaan saya muter-muter (mencari lowongan) dan juga bantu-bantu orang sekitar asrama," kenangnya tentang masa sulit hidup di perantauan.

Simak juga 'Heboh Uang Rupiah Redenominasi Bergambar Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]