Ekskavasi Situs Candi Patakan di Lamongan Dilanjutkan, Apa Saja Targetnya

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 12:37 WIB
situs candi patakan
Ekskavasi situs Candi Patakan akan dilanjutkan kembali (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Masih ingat dengan Situs Candi Patakan yang diduga adalah peninggalan masa Airlangga? Ekskavasi terhadap situs cagar budaya yang berada di Desa Patakan, Kecamatan Sambeng ini akan dilanjutkan kembali.

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho membenarkan pihaknya akan kembali melanjutkan ekskavasi terhadap situs Candi Patakan yang berada di Desa Patakan, Kecamatan Sambeng ini. Ekskavasi tahap 4 ini, menurut Wicaksono, agak mundur dari jadwal karena adanya penerapan PPKM.

"Jadwal ini agak kacau, karena ada PPKM, semua jadwal jadi mundur. Tadinya akan kita mulai September, tapi nanti akan mundur ke Oktober. Tanggalnya kita masih me-reschedul," kata Wicaksono Dwi Nugroho saat melakukan peninjauan ke lokasi situs cagar budaya Candi Patakan, Jumat (13/8/2021).

Dikatakan Wicaksono, target ekskavasi tahap empat nanti adalah membuka bangunan pagar situs yang mengelilingi bangunan utama. Pembukaan terhadap pagar ini, terang Wicaksono, dilakukan untuk memastikan kembali bentang pagar keliling dari situs candi Patakan.

"Target tahun ini adalah untuk memastikan kembali bentangan pagar keliling dari Patakan, sehingga kita mendapatkan gambaran yang jelas," ujarnya.

Ketika bangunan pagar yang mengelilingi candi sudah terlihat, terang Wicaksono, selanjutnya adalah mengosongkan tanah yang berada di dalam pagar agar tidak dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Seperti ekskavasi sebelumnya, ekskavasi tahap 4 ini dilakukan oleh Disparbud Lamongan bersama BPCB Jatim.

"Dari hasil itu nanti kita akan berkoordinasi dengan beberapa pihak, tujuannya adalah untuk merelokasi tanah-tanah yang masih dipakai untuk pertanian, sehingga di dalam situs nanti memang sudah tidak ada tanaman," ungkapnya.

Wicaksono menambahkan ekskavasi Candi Patakan yang dilakukan BPCB Jatim bersama Disparbud Lamongan ini tidak akan berhenti pada tahap empat, tapi akan terus dilanjutkan hingga tahap kelima.

"Di ekskavasi ke-5 kita harapkan sudah selesai untuk Patakan dan selanjutnya akan masuk ke tahap pelestarian dan pemanfaatan," jelasnya.

Wicaksono membeberkan, pelestarian yang akan dilakukan jika ekskavasi sudah selesai di antaranya adalah pembuatan zonasi untuk menentukan area inti dan area pengembangan serta area penyangga.

"Kalau penentuan dan pembuatan zonasi selesai, kemudian nanti kita melakukan studi teknis pembugaran dan konservasi," imbuh Wicak.

Untuk diketahui, ekskavasi terakhir terhadap situs Candi Patakan dilakukan pada September 2020. Ketika itu, tim arkeolog BPCB Jatim berhasil mengungkap sebagian besar bangunan utama situs. Bahkan, tim arkeolog berhasil menemukan lubang di dalam bangunan utama candi yang diduga adalah tempat persembunyian Raja Airlangga.

(iwd/iwd)