Industri Rumahan Minyak Kelapa di Mojokerto Ludes Terbakar

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 15:28 WIB
Sebuah industri rumahan minyak kelapa di Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ludes Terbakar. Empat mobil pemadam kebakaran (PMK) dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Pemadam kebakaran (PMK) saat memadamkan api/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Mojokerto -

Sebuah industri rumahan minyak kelapa di Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ludes Terbakar. Empat mobil pemadam kebakaran (PMK) dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Pekerja industri rumahan minyak kelapa Rafi Rahmatullah mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Menurut dia, saat kejadian mayoritas karyawan sedang istirahat untuk makan siang.

"Ada orang teriak dari dalam kalau ada kebakaran. Saat saya cek sempat melihat kobaran api dari atas mesin oven yang cukup besar," kata Rafi kepada wartawan di lokasi kebakaran, Kamis (12/8/2021).

Dari mesin oven, lanjut Rafi, api dengan cepat menjalar ke kulit ari kelapa yang menjadi salah satu bahan baku di home industry tersebut. Kebakaran kian membesar hingga menghanguskan industri rumahan dengan luas sekitar 20 x 7 meter persegi tersebut.

Beruntung semua karyawan yang saat itu masih di dalam lokasi kebakaran bisa menyelamatkan diri. "Tadi karyawan pada berhamburan karena api pada saat itu cukup besar. Kami berusaha memadamkan sudah tak mampu, apalagi banyak bahan mudah terbakar di dalam," terangnya.

Berdasarkan video amatir yang diterima detikcom, api besar sempat berkobar di lokasi. Kobaran api juga disertai asap hitam yang membumbung.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api bisa dijinakkan setelah 4 mobil PMK diterjunkan ke industri rumahan minyak kelapa tersebut.

Kapolsek Jetis Kompol Soegeng menjelaskan, industri rumahan minyak kelapa ini milik Saiful, warga Surabaya. Menurut dia, kebakaran diduga berasal dari mesin oven yang terlalu panas.

"Dugaan awal dari mesin oven yang terlalu panas, lalu terbakar dan membakar minyak," ungkapnya.

Soegeng memastikan tidak ada korban dalam kebakaran ini. "Semua selamat, saat ada api semua berusaha melarikan diri, hanya kerugian material yang kini masih dalam penyelidikan," pungkasnya.

(sun/bdh)