Jimpitan, Cara Warga di Pasuruan Galang Dana untuk Isoman

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 10:28 WIB
Jimpitan, Cara Unik Warga di Pasuruan Galang Dana Isoman
Jimpitan warga (Foto: Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan -

Banyak cara menggalang dana bagi pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah. Yang dilakukan warga Perum Tiara Candi III, Purworejo, Kota Pasuruan ini unik, yakni dengan Jimpitan.

Jimpitan merupakan cara mengumpulkan uang secara tradisional dan sukarela. Setiap warga diminta menyediakan wadah uang berupa kaleng kecil di setiap rumah. Kaleng itu dipasang di pagar atau tempat yang mudah dijangkau dari luar.

Pemilik rumah diharapkan mengisi kaleng itu dengan uang dalam jumlah yang tak ditentukan. Relawan akan mengambil uang dalam kaleng pada jam-jam tertentu kemudian dikumpulkan ke warga yang dipercaya.

"Ada kesepakatan warga untuk menggalang dana lewat jimpitan. Setiap hari ada yang jimpitan, mengambil uang di kaleng-kaleng yang ada di rumah warga. Berapapun dana hasil jimpitan akan disimpan. Prinsipnya sukarela," kata Moch Alim, tokoh warga setempat, Kamis (5/8/2021).

Dana yang dikumpulkan kemudian dikelola dan didistribusikan kepada warga yang menjalani isoman. Distribusi dana biasanya dilakukan ibu-ibu Dasa Wisma, baik berupa uang atau barang.

"Biasanya warga yang isoman ditanya kebutuhannya. Misal gas elpiji, galon air atau mungkin bahan pokok. Kemudian dibelikan dan diantar ke rumah. Bisa juga uang tunai, meski jumlahnya tak banyak diharapkan membantu," kata salah satu Ketua Dasa Wisma di lingkungan setempat, Titik Nur Fatmawati.

Fatma mengatakan, meski sudah ada dana jimpitan, tetangga terdekat pasien biasanya tetap mengirimi makanan. "Alhamdulillah, banyak yang tergerak saling membantu," ujarnya.

Saiful Ulum, salah satu warga mengatakan jimpitan merupakan salah satu cara menggalang dana yang cocok di lingkungannya. Warga bisa menyisihkan uang tiap hari sesuai kemampuan.

"Banyak cara menggalang donasi. Jimpitan ini cocok di lingkungan ini," kata Saiful.

Pria yang berprofesi sebagai guru kesenian ini menambahkan selain donasi material, tak kalah penting adalah dukungan moral. Pasien isoman harus diperhatikan agar mereka merasa nyaman dan tenang sehingga mempercepat penyembuhan.

"Stigma bahwa COVID-19 itu aib tak ada di sini. Semua warga mendukung pasien isoman, baik dengan cara menanyakan keadaan atau kebutuhan harian lewat chat. Warga menjaga jarak tapi tetap menjaga solidaritas," pungkasnya.

(fat/fat)