Wanita di Probolinggo Jual Pil Koplo Teruskan Bisnis Haram Suami yang Dibui

M Rofiq - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 16:03 WIB
Seorang wanita di Probolinggo nekat menjual pil koplo. Ia meneruskan bisnis haram suami yang sudah lebih dulu dibui.
Jumpa pers Polres Probolinggo/Foto: M Rofiq/detikcom
Probolinggo -

Seorang wanita di Probolinggo nekat menjual pil koplo. Ia meneruskan bisnis haram suami yang sudah lebih dulu dibui.

Wanita ini yakni Eva (22), warga Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Ia mengaku nekat menjual pil koplo untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama anaknya.

"Nekat menjual pil koplo karena butuh uang untuk biaya hidup anak dan keluarga. Karena suami ditangkap dan masih menjalankan hukuman penjara. Jadi selama suami di penjara, tidak ada pekerjaan lain. Akhirnya jual pil koplo meneruskan bisnis haram suami," ujar Eva, saat dikonfirmasi di Mapolres Probolinggo, Rabu (4/8/2021).

Eva merupakan satu dari delapan pelaku yang diamankan Satreskoba Polres Probolinggo dalam kasus narkoba selama PPKM. Tersangka lainnya yakni MN (38) warga Kecamatan Banyuanyar, RP (19) warga Kecamatan Sukapura, YD (23) warga Kecamatan Kuripan, SK (46) warga Kecamatan Kraksaan, KA (23) warga Kecamatan Lumbang, FS (30) warga Kecamatan Kraksaan dan FA (36) warga Ketapang, Madura.

Mereka semua diringkus dalam 6 kasus narkoba. Polisi mengamankan barang bukti 10 ribu pil dextro dan trihexpinidil serta 0,65 gram sabu.

Pengakuan tersangka di hadapan polisi, mereka mengedarkan pil koplo dan sabu tersebut ke kalangan remaja dan pelajar. Keuntungannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga masing-masing.

"Kita perintahkan jajaran Reskoba untuk menangkapi semua pelaku penjualan narkoba dan obat-obatan, karena ulah para pelaku narkoba akan merusak moral remaja yang merupakan generasi bangsa. Dari 10 ribu pil koplo ini kita menyelamatkan 1.000 remaja. Kita terus buru pelaku penjual narkoba sampai wilayah hukum Polres Probolinggo dinyatakan zero narkotika," kata Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi.

Tersangka kasus sabu akan kena Pasal 112 junto 127 Undang-Undang Nomer 35 tentang narkotika, ancaman hukumannya minimal 4 tahun. Sementara tersangka kasus penyalahgunaan obat-obatan akan dikenakan Undang-Undang Kesehatan No 36 Tahun 2009, tentang kesehatan. Maksimal hukuman kurungan penjara 15 tahun.

(sun/bdh)