Round-Up

Cerita Penculik Anak di Pasuruan yang Ngaku Khilaf Setelah Sebulan Cerai

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 08:35 WIB
penculikan anak di pasuruan
Viral penculikan di Pasuruan (Foto: Tangkapan layar)
Pasuruan -

Viral penculikan anak di Pasuruan. Video berdurasi 54 detik yang diunggah di facebook itu menampilkan pria pengendara motor berpapasan dengan anak perempuan berkerudung yang mengayuh sepeda. Pria itu lantas berhenti mengajak anak perempuan berbicara.

Beberapa saat kemudian, pria mengarahkan motor ke gang yang tak terjangkau kamera dan anak itu mengikutinya. Tak lama kemudian, pria itu muncul kembali di jangkauan kamera membonceng anak perempuan tersebut pergi dari lokasi.

Korban yang berusia 11 tahun asal Bangil dipulangkan diduga sang penculik. Si anak lantas menceritakan apa yang dialami. Keluarga langsung melapor. Menerima laporan itu, polisi langsung mendatangi TKP, melakukan visum kepada korban di RSUD Bangil, melakukan pemeriksaan kepada pelapor dan korban. Polisi juga sudah menyimpan rekaman CCTV.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (27/7). Korban yang masih duduk di bangku kelas 6 SD tersebut sempat diajak pelaku ke vila di kawasan Prigen. Korban menerima pelecehan seksual.

"Seperti di video yang viral, korban dibonceng oleh pelaku menuju daerah Prigen ke sebuah vila. Pelaku lalu mengajak korban ke dalam kamar vila," ujar Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo, Minggu (1/8/2021).

Adhi melanjutkan saat di dalam kamar vila, korban dipegang dan dilepas jilbabnya. Pelaku juga menjambak rambut korban. Selanjutnya saat pelaku akan mencium korban, korban menangkis wajah pelaku sambil berteriak dan menangis sehingga pelaku ketakutan.

Saat itu juga pelaku panik dan buru-buru mengajak korban keluar dari kamar vila. Pelaku lalu mengantar korban ke jalan lokasi penculikan.

"Korban mengaku mau dibonceng pelaku karena pelaku bilang 'ada titipan barang buat mama'. Korban disuruh ikut pelaku dan dibonceng. Tapi ternyata itu modus. Korban diajak ke vila," terang Adhi.

Tak berapa lama polisi membekuk pelaku. Tersangka adalah MA (31), duda tanpa anak warga Desa Glanggang, Beji, Pasuruan. Tersangka diamankan di rumahnya.