PDIP Jatim Akui Pasang Baliho Puan Maharani: Beliau Tokoh Nasional

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 17:45 WIB
baliho puan maharani
Salah satu baliho Puan Maharani di Surabaya (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Baliho dan spanduk Puan Maharani menjamur di tiap daerah. Tak hanya di Kota Pahlawan, baliho Ketua DPP PDI Perjuangan itu juga banyak dipasang di sejumlah daerah di Jatim.

Pantauan di sejumlah jalan di Surabaya misalnya, baliho dan spanduk Puan banyak ditemui di hampir jalan protokol. Baliho-baliho tersebut menampilkan beraneka ragam gambar Puan.

Tak hanya dalam balutan pakaian adat, wajah Puan juga digambarkan dalam bentuk animasi. Adapun tulisannya yang paling banyak ditemui yakni 'Jaga Iman, Jaga Imun, Insyaallah Aman. Amin'.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari Bisowarno mengatakan baliho dan spanduk Puan dipasang oleh pihaknya dan para relawan. Sebab, selain sebagai Ketua DPP PDIP, Puan juga merupakan tokoh nasional.

baliho puan maharaniFoto: Amir Baihaqi

"Kami ya pasang, kemudian relawan-relawan juga pasang. Kami DPD juga masang. Karena apa? Karena beliau juga tokoh nasional," ujar Untari kepada detikcom, Senin (2/8/2021).

Untari menambahkan pemasangan baliho dan spanduk Puan Maharani merupakan instruksi dari hasil keputusan rapat kerja daerah (rakerda). Adapun pemasangannya dilakukan serentak di seluruh wilayah Jatim.

"Hasil rakerda kami, kemarin kami punya keputusan seperti itu ya kami berkesinambungan. Iya (pemasangannya) semua di Jatim," terangnya.

Menurut Untari, pemasangan baliho dan spanduk Puan merupakan hal biasa. Sebab sebagai tokoh nasional, Puan mempunyai tanggungjawab untuk memberikan dukungan kepada masyarakat di tengah pandemi.

"Beliau kan sebagai ketua DPR RI memiliki tanggungjawab nasional untuk ikut men-support masyarakat yang sedang sakit. Makanya kan jaga iman, jaga imun, amin gitu ya," kata Untari.

"Dan itu adalah bagian dari cara kita men-support masyarakat. Karena kan tokoh-tokoh negara kalau ikut menentramkan rakyatnya kan orang akan menjadi senang," tandas Untari.

(iwd/iwd)