Round-up

Saat Guru Besar Unair Ramai-ramai Beri Rekomendasi Penanganan COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 09:59 WIB
Guru besar (Gubes) di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya memberi rekomendasi untuk menangani pandemi COVID-19. Rekomendasi ini disampaikan dalam aksi bertajuk Gebrak COVID-19 atau Gerakan Aksi Bersama Serentak Tanggulangi COVID-19.
Aksi bertajuk Gebrak COVID-19/Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom
Surabaya -

Pandemi COVID-19 belum berakhir. Jumlah kasus aktif terus bertambah hingga tenaga kesehatan di rumah sakit kewalahan.

Melihat fakta itu, 56 guru besar (gubes) di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya memberi rekomendasi pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19.

Tak hanya gubes yang masih aktif, para gubes yang sudah pensiun juga ikut andil merumuskan rekomendasi ini. Rekomendasi ini bertajuk Gebrak COVID-19 atau Gerakan Aksi Bersama Serentak Tanggulangi COVID-19.

Rekomendasi ini diserahkan secara simbolis pada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Satgas Nasional Penanganan COVID-19 Letjen Ganip Warsito hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara virtual melalui zoom meeting.

"Ada 56 para guru besar baik yang aktif atau yang sudah pensiun telah melakukan rapat koordinasi beberapa kali pertemuan hingga akhirnya dirumuskan oleh tim perumus," kata Dekan FK Unair Prof Budi Santoso di Surabaya, Jumat (30/7/2021).

Sebelumnya, Ketua Tim Perumus Rekomendasi Gubes FK Unair, Prof Dr dr Hendi Hendarto mengatakan, rekomendasi ini merupakan formula yang disumbangkan para gubes untuk membantu pemerintah menangani pandemi COVID-19.

"Pemecahan masalah harus dilakukan di hulu dan hilir. Program Gebrak fokus pada pemecahan masalah, baik di masyarakat atau hulu dan di hilir atau fasilitas kesehatan," kata Prof Hendi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan akan menindaklanjuti rekomendasi ini. "Kami melihat masukan dari FK Unair, terima kasih masukan ini akan kami bawa dan kami akan tindaklanjuti," kata Budi.

Budi menambahkan pihaknya beberapa kali telah mengajak ahli dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair untuk berdiskusi dalam mengatasi pandemi.

"Beberapa kali kita ajak diskusi untuk membantu Kemenkes dalam mengatasi pandemi ini dalam empat kelompok. Kelompok pertama adalah protokol kesehatan, kelompok kedua adalah kelompok testing, tracing dan isolasi, ketiga adalah vaksinasi dan keempat adalah mengenai perawatan," imbuhnya.

"Semua pandemi COVID-19 ini kan nggak akan berakhir cepat, dia nanti akan berubah menjadi epidemi normal dan itu akan terjadi kalau pengobatannya baik," tambahnya.

Tonton Video: 2 Progres Vaksin Merah Putih Tercepat: Buatan Eijkman dan UNAIR

[Gambas:Video 20detik]



(hil/sun)