Menkes Tindaklanjuti Rekomendasi Penanganan COVID-19 dari Unair

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 11:59 WIB
menkes budi gunadi sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya -

Guru besar (Gubes) di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya memberi rekomendasi pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan akan menindaklanjuti rekomendasi ini.

Rekomendasi ini bertajuk Gebrak COVID-19 atau Gerakan Aksi Bersama Serentak Tanggulangi COVID-19. Rekomendasi ini diserahkan secara simbolis kepada Menko Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Satgas Nasional Penanganan COVID-19 Letjen Ganip Warsito hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara virtual melalui zoom meeting.

"Kami melihat masukan dari FK Unair, terima kasih masukan ini akan kami bawa dan kami akan tindaklanjuti," kata Budi saat memberi sambutan secara virtual yang dilihat detikcom di Surabaya, Jumat (30/7/2021).

Budi menambahkan pihaknya beberapa kali telah mengajak ahli dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair untuk berdiskusi dalam mengatasi pandemi.

"Beberapa kali kita ajak diskusi untuk membantu Kemenkes dalam mengatasi pandemi ini dalam empat kelompok. Kelompok pertama adalah protokol kesehatan, kelompok kedua adalah kelompok testing, tracing, dan isolasi. Ketiga adalah vaksinasi dan keempat adalah mengenai perawatan," imbuhnya.

"Semua pandemi ini kan nggak akan berakhir cepat, dia nanti akan berubah menjadi epidemi normal dan itu akan terjadi kalau pengobatannya baik," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Budi juga terbuka menerima masukan dan kerja sama dari para ahli perawatan penyakit menular hingga penyakit paru Unair.

"FK Unair karena memiliki banyak ahli perawatan, termasuk juga perawatan penyakit menular maupun paru. Saya mohon kalau bisa bekerja sama dengan kami dan memberi masukan kepada kami, terapi apa yang memang memiliki kans untuk bisa mengurangi fatalitas di RS," jelas Budi.

Untuk memfasilitasi hal ini, Budi juga telah meminta ke Wakil Menteri untuk membuat working grup khusus terkait penanganan terbaik di RS.

"Saya sudah minta ke Wamen untuk bisa membuat working grup khusus yang membahas terapi di RS, yang bisa sebanyak mungkin menghasilkan terapi untuk mengurangi keparahan di rumah sakit. Kita sudah menyusun tata laksana dan saya berharap tata laksana ini ke depannya akan semakin tajam, saya mendapat masukan dari teman-teman termasuk dari organisasi profesi untuk mengobati orang. Bagaimana bisa memberikan masukan mengenai terapi yang paling baik, paling murah dan paling bisa menyembuhkan orang di RS," pungkas Budi.

Tonton juga Video: 2 Progres Vaksin Merah Putih Tercepat: Buatan Eijkman dan UNAIR

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)