Meski Sering Dirazia, Balap Liar di Tulungagung Masih Marak

Adhar Muttaqien - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 11:37 WIB
balap liar di tulungagung
Balap liar di Tulungagung (Foto: Adhar Muttaqien)
Tulungagung -

Ruas jalan nasional Ngantru, Kecamatan Ngantru, Tulungagung kerap digunakan untuk aksi balap liar oleh sekelompok pemuda. Aksi balap liar tersebut biasa dilakukan menjelang tengah malam, terutama setiap akhir pekan atau hari libur.

"Biasanya itu start balapan sekitar jam setengah 12 malam. Mereka ke arah utara kemudian ke selatan," kata salah satu warga, Suhandoyo, kepada detikcom, Rabu (27/7/2021).

Sebelum menggelar balap liar, ratusan pemuda, mulai dari pembalap hingga penggembira nongkrong di warung kopi yang ada di sekitar lokasi start. Saat kondisi dinilai aman dari polisi, mereka langsung menggelar aksi balap liar.

Meskipun tanpa memakai alat keselamatan diri yang lengkap, para pemuda nekat kebut-kebutan di jalan raya. Tindakan yang dilakukan para pembalap liar itu cukup berbahaya bagi para pengguna jalan yang lain, sebab dilakukan di tengah jalan raya.

"Kenyamanan masyarakat yang sedang beristirahat juga terganggu, karena suara bising dari kendaraan itu," kata Suhandoyo.

Selain itu, aksi balap liar juga mengganggu para pasien yang tengah menjalani perawatan di Puskesmas Ngantru. Sebab lokasi balap liar dilakukan di depan puskemas.

"Sebelum PPKM kemarin itu hampir setiap Minggu selalu ada, tapi saat PPKM ini mulai menurun. Nggak tahu nanti setelah ini," aku Suhandoyo.

Suhandoyo bercerita terkait aksi balap liar itu, warga sekitar di sisi utara sempat kesal dan membubarkan kegiatan tersebut. Namun bukannya berhenti, para pemuda kembali menggelar balapan dengan menggeser lokasi start di jalur yang sama.

"Balap liar itu biasanya mereda setelah ada obrakan dari polisi. Kami berharap patroli semakin ditingkatkan agar tidak bakal liar," kata Handoyo.

Sementara itu Kanit Turjawali Satlantas Polres Tulungagung Iptu Hendrik Kurniawan membenarkan adanya aksi balap liar di ruas jalan raya Ngantru. Hendrik mengaku telah berulang kali melakukan aksi pencegahan dengan berpatroli pada jam rawan, maupun melakukan penindakan terhadap para pelaku balap liar.

"Balap liar biasanya dilakukan di atas Pukul 23.00 WIB," kata Iptu Hendrik.

Patroli tidak hanya dilakukan oleh Satlantas Polres Tulungagung, namun juga jajaran Polsek Ngantru. Pihaknya juga kerap memberikan respons cepat jika ada laporan masyarakat terkait balap liar di wilayah Ngantru maupun daerah lain.

Menurut Hendrik, dalam upaya penanggulangan balap liar itu, pihaknya beberapa kali menjaring puluhan remaja yang diduga terlibat dalam aksi balapan. Mereka yang terjaring dilakukan ke meja hijau untuk proses penilangan.

"Tidak hanya di situ, setelah sidang, para pelanggar diwajibkan untuk mengganti kelengkapan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Misalkan ban kecil, atau kelengkapan lainnya," jelasnya.

Polisi mendeteksi terdapat tiga tempat yang sering digunakan sebagai ajang balap liar di wilayah Tulungagung, yakni jalan raya Ngantru, Jalan Raya Boro serta kawasan Jembatan Ngujang 2.

"Kami akan terus berupaya untuk mencegah balap liar tersebut," jelasnya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui adanya aksi balap liar di sekitar tempat tinggalnya. Sehingga bisa segera ditindaklanjuti oleh polisi.

(iwd/iwd)