Hotel Berhenti Beroperasi, Seribu Karyawan di Kota Batu Dirumahkan Saat PPKM

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 18:27 WIB
Taman rekreasi juga hotel Selecta Kota Batu
Hotel Selecta Kota Batu (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Batu -

Seribu pegawai hotel di Kota Batu terpaksa dirumahkan selama PPKM Darurat. Keputusan ini, terpaksa dilakukan karena hotel memilih berhenti beroperasi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi mengatakan, dari seluruh hotel menjadi anggota PHRI Kota Batu mempekerjakan setidaknya 5 ribu orang.

"Selama PPKM sudah ada 1.000 pekerja harus dirumahkan. Keputusan itu, karena okupansi hotel turun drastis," terang Sujud kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Menurut Sujud, upaya untuk meringankan beban seribu karyawan yang telah dirumahkan, sudah dilakukan. Namun, dari jumlah itu. Hanya 60 persen saja bisa mendapatkan bantuan dari Pemkot Batu. Mereka adalah pekerja yang memang tercatat sebagai warga Kota Batu.

"Sisannya sekitar 400 lebih tidak dapat bantuan hibah dari Dinas Pariwisata Kota Batu itu. Karena, KTP-nya luar Kota Batu," tutur Sujud juga pengelola Taman Rekreasi Selecta ini.

Sementara untuk hak pekerja selama dirumahkan, lanjut Sujud, mengikuti kebijakan dari masing-masing hotel. Dengan melihat kemampuan finansial.

"Ada yang digaji penuh, ada digaji separuh. Tergantung dari kemampuan finansial hotel," beber Sujud.

Sujud menambahkan, PPKM sebagai upaya pemerintah dalam menangani sebaran COVID-19, cukup membawa dampak besar bagi pelaku wisata di Kota Batu. Banyak dari mereka, kemudian memilih untuk menghentikan operasional hotel. Sampai hari ini, sudah 10 lebih hotel di Kota Batu tutup.

"Alhamdulillah PPKM cukup lumayan berdampak besar bagi kami pelaku wisata di Kota Batu, terutama hotel dan destinasi tutup. Untuk hotel 10 persen anggota PHRI Kota Batu memilih tutup operasional," tegasnya.

Alasan penutupan, kata Sujud, karena hotel tidak ingin mengalami kerugian lebih besar lagi. Sementara okupansi jauh dari jumlah kamar yang dimiliki.

"Karena kerugiannya cukup besar, kerugian akan sedikit jika menutup operasional. Ketika buka, jumlah hunian okupansi cukup rendah, jadi mereka memilih tutup saja, daripada operasional dengan kerugian cukup besar," ungkapnya.

Ada 66 hotel tergabung PHRI Kota Batu, mereka terbagi sesuai dengan jumlah kamar serta fasilitas yang dimiliki. Sujud merinci, untuk hotel bintang tiga dengan jumlah kamar lebih dari 50, biaya operasional mencapai ratusan juta setiap bulannya.

Jumlah operasional akan cukup tinggi lagi, untuk hotel bintang 4 dan 5. Setiap bulan, operasional bisa mencapai miliaran rupiah.

"Sebagai gambaran untuk bintang 3 dengan 50 kamar lebih operasionalnya mencapai ratusan juta per bulan. Apalagi sudah ratusan kamar. Dan mereka sudah bintang 5 sudah tembus sampai miliar rupiah per bulan. Hanya terisi beberapa room saja. Akan merugi," bebernya.

PHRI Kota Batu berharap, laju sebaran virus COVID-19 bisa segera dikendalikan. Sehingga kondisi bisa normal kembali.

(fat/fat)