2 Sekolah Ditolak Warga Bondowoso Jadi Tempat Isolasi, Satgas Tak Patah Arang

Chuck Shatu Widarsa - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 16:57 WIB
juru bicara Satgas COVID-19 Bondowoso dr Mohammad Imron
Jubir Satgas COVID-19 Bondowoso, dr Mohamad Imron (Foto file: Chuk S Widarsha/detikcom)
Jember -

Dalam kurun waktu 2 hari, warga Bondowoso menolak sekolah dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19. Satgas COVID-19 mengaku tak patah arang. Mereka tetap berupaya maksimal memberi edukasi dan pemahaman.

"Kami tak akan patah arang. Karena ini juga demi kepentingan masyarakat banyak," kata Jubir Satgas COVID-19 Bondowoso, dr Mohamad Imron saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (27/7/2021).

Dia memaparkan terkait penolakan warga tak menampik jika kemungkinan ada penjelasan pihak satgas yang kurang komprehensif.

"Sehingga penerimaan warga menjadi sepotong-sepotong dan tak utuh. Ini akan terus kami perbaiki. Sehingga warga bisa memahami secara utuh," jelas pria yang juga kepala dinas kesehatan.

Satgas mengaku kondisi seperti ini pasti digunakan oknum tertentu. Mereka sengaja memprovokasi warga agar menolak tempat tersebut untuk dijadikan isolasi karena membahayakan lingkungan sekitar. Mereka kemudian memprovokasi warga lain bahwa proses penularan virus Corona tersebut sangat gampang dan berbahaya. Tanpa tahu bagaimana cara penularan dan penanganannya. Sehingga warga sekitar kompak menolak.

"Ya karena mereka sebenarnya kurang memahami proses penularan virus Corona itu seperti apa," beber Mohamad Imron.

Sebelumnya, warga dua desa di wilayah Kecamatan Wringin menolak gedung sekolah dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19. Dua gedung sekolah itu yakni TK Pembina di Desa Wringin dan SMPN 1 Wringin di Desa Jatitamban.

(fat/fat)