IGD RS di Surabaya Mulai Longgar Pasien COVID-19 Sejak PPKM Darurat

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 18:52 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Sejak diterapkan PPKM Darurat dan perpanjangan level 3 - 4 hingga 2 Agustus, ada penurunan pasien COVID-19 di RS Surabaya. Bahkan, IGD yang sebelumnya overload, kini mulai longgar.

Berikut empat RS yang sempat overload dan kini menurun:

1. RS Khusus Infeksi (RSKI) Unair Surabaya

RSKI Unair sempat overload pasien COVID-19. Kini, kondisi IGD sudah mulai longgar pasien Corona.

"Iya agak sedikit turun. Tidak ada penumpukan pasien COVID-19 di IGD. Berdasarkan data per 24 Juli, sekitar 140an pasien (COVID-19 yang dirawat) dari total 160 bed," kata Anggota Satgas COVID-19 RS Unair dr Wiwin Is Effendi SpP kepada detikcom, Senin (26/7/2021).

2. RS Islam (RSI) Jemursari Surabaya

IGD RSI Jemursari sempat lockdown sementara pada Sabtu, 3 Juli 2021. Namun, sejak PPKM hingga ada perpanjangan, kurang dari sepekan ini mampu mengurangi pasien COVID-19 sebesar 35%.

"Iya, sudah lebih berkurang, 35% menurun 2 hari ini. Rawat inap full, IGD sudah longgar," kata Wakil Direktur Layanan Medis dan Keperawatan RSI Jemursari, dr Dyah Yuniati.

Untuk BOR RSI Jemursari sendiri saat ini juga menurun menjadi 65%. Sebelumnya sempat sampai 100% dan overload.

"BOR 65% (saat ini). Sekarang ada 135 pasien (COVID-19) yang dirawat," ujarnya.

3. RS Royal Surabaya

Pasien COVID-19 di RS Royal Surabaya sudah mulai berkurang. Sebelumnya semua ruangan dan IGD penuh pasien COVID-19, bahkan ada yang datang dengan kondisi kekurangan oksigen.

"Untuk rawat inap masih penuh, ICU masih penuh, namun antrian IGD sudah mulai berkurang," kata Jubir COVID-19 RS Royal Surabaya, dr Dewa Nyoman Sutanaya SH MHKes MARS.

Saat ini RS Royal Surabaya merawat sekitar 40 pasien COVID-19. 30 Pasien di antaranya berada di ruang perawatan dan 10 lainnya masih di IGD.

"Rata-rata desaturasi (Penurunan saturasi oksigen). BOR kami saat ini 80%," ujarnya.

4. RS PHC Surabaya

Hal serupa juga diungkapkan Humas PHC Surabaya, Irfan Prayogo. Bahwa di RS-nya tempat dirinya bertugas belum ada penurunan secara signifikan untuk pasien COVID-19. Akan tetapi, kondisinya cenderung stabil.

"Normatif sebenarnya flat atau stabil mbak, artinya pemberlakuan PPKM tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan BOR," kata Irfan.

Saat ini BOR di RS PHC sudah terisi 100%. Namun, antrean di IGD mengalami penurunan.

"Kondisi di IGD saat ini dari kapasitas bed 20, terisi 12, namun kondisi sangat dinamis," tutupnya.

(fat/fat)