426 Nakes Jatim Meninggal Terpapar COVID-19, Terbanyak di Indonesia

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 20:48 WIB
young Asian doctor, dressed in anti-virus clothing, sits on the floor tired and uses a smartphone to make a video call to his family. corona virus concept.
Foto: Getty Images/iStockphoto/12521104
Surabaya -

Tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Timur terus berguguran. Tercatat, ada 426 nakes yang meninggal dunia akibat terpapar COVID-19 selama pandemi.

"Dari data real kami bersama data Dinkes, ada 426 nakes yang terpapar COVID-19. Nakes itu termasuk perawat, dokter, dan tenaga kesehatan penunjang lainnya," ujar Prof Dr Nursalam, Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Jumat (23/7/2021).

"Iya (angka kematian nakes di Jatim) tertinggi se-Indonesia. Termasuk perawat juga," imbuhnya.

Nursalam menjelaskan, dari 426 nakes, 191 di antaranya adalah perawat. Kemudian 113 dokter dan sisanya tenaga kesehatan penunjang lainnya. Perawat yang gugur akibat COVID-19, terbanyak dari Kota Surabaya yakni 28 orang.

"Lamongan dan Kabupaten Kediri masing-masing 11 perawat, dan Sumenep 10 perawat," ungkapnya.

Nursalam menyebut, dari 191 perawat yang meninggal dunia akibat COVID-19, baru 19 ahli waris yang mendapat santunan. Sementara lainnya belum. Tidak hanya itu, insentif kepada nakes juga sering telat.

"Insentif nakes ini banyak yang belum dibayarkan. Sedangkan, banyak nakes yang tumbang juga karena terpapar COVID-19. Bahkan, sejak 1 Juni 2021 sampai hari ini, ada total 1.062 perawat yang terpapar COVID-19, 83 di antaranya meninggal dunia," bebernya.

Nursalam berharap, pemerintah khususnya di Pemprov Jatim memberi perhatian serius kepada para nakes. Selain itu, vaksinasi agar segera digencarkan.

"Perhatian khusus ke nakes, insentif agar tidak molor-molor. Karena kita cari relawan itu sudah sulit, sekalinya dapat, mereka rentan juga terpapar. Lalu vaksinasi, kalau mau herd immunity, ya jangan dikuota-kuota. Harus digencarkan unlimited, kalau masih dijatah, saya pesimis 17 Agustus bisa tercapai herd immunity," imbuhnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat agar patuh akan aturan selama PPKM Darurat. Kedisiplinan warga akan protokol kesehatan menjadi hulu dalam menekan angka penyebaran COVID-19.

"Kepada RT-RW juga tolong perannya. Apa gak malu, masih banyak warung-warung di kampung itu masih los buka. Kalau seluruh pihak bisa kerja bareng, insyaallah pandemi ini bisa segera teratasi," pungkasnya.

Tonton video 'Peta Sebaran 49.071 Kasus Baru Corona RI Per 23 Juli':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)