Warga di Situbondo Hancurkan Peti COVID-19 Gegara Isu Jenazah Tak Dimandikan

Chuk S Widarsha - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 10:59 WIB
viral warga di situbondo rusak peti jenazah covid-19
Warga hancurkan peti jenazah COVID-19 (Foto: Tangkapan layar)
Situbondo -

Puluhan warga Panji, Situbondo merebut dan menghancurkan peti jenazah COVID-19. Kejadian itu dipicu karena warga dan keluarga ingin membuktikan apakah jenazah sudah dimandikan atau belum.

Setelah merebut paksa dari petugas warga lantas membuka peti dan mengeluarkan jenazah. Tak hanya itu. Warga juga membuka kafan dan memandikan ulang, lalu menyalatkan jenazah.

"Warga tidak yakin, apakah jenazah sudah ditangani secara syariah agama. Oleh karenanya, jenazah lalu dimandikan ulang, disalatkan, dan sebagainya," kata salah seorang warga yang keberatan disebut namanya, Kamis (22/7/2021).

Ia menyebutkan isu yang berkembang di desa adalah jenazah warga yang positif COVID-19 tersebut langsung dibungkus beserta pakaiannya dan dimasukkan peti mati. Jenazah diisukan tidak dimandikan sebagaimana layaknya menangani jenazah sesuai syariah agama.

Sementara pihak Satgas COVID-19 desa setempat mengaku tak bisa berbuat banyak. Karena jumlah warga yang terlibat dalam kejadian tersebut sangat banyak. Sehingga membiarkan kejadian itu, tapi tetap menyampaikan ke pihak terkait.

"Kami sebenarnya sudah menahan dan melarang agar tak membuka peti. Cuma karena massa sangat banyak, kejadian itu tak bisa dibendung," ungkap Satgas COVID-19 Panji, Budiono.

Sebelumnya, viral warga Dusun Karangmalang, Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Situbondo merebut paksa peti jenazah COVID-19. Tak hanya merebut, puluhan warga juga merusak dan menghancurkan peti mati setelah mengambil jenazahnya.

Dalam salah satu video yang berdurasi sekitar 29 detik itu, tampak puluhan orang menghancurkan peti jenazah di sebuah halaman tepi jalan dengan menggunakan kayu dan alat seadanya. Setelah sebelumnya membanting peti mati berwarna putih tersebut hingga hancur.

Pada video lainnya, tampak terdengar tangisan keluarga almarhum yang nyata-nyata meninggal terpapar COVID-19. Juga terlihat salah satu keluarga almarhum yang pingsan serta digotong oleh beberapa orang keluar dari kerumunan warga.

(iwd/iwd)