Ratusan Warga di Jember Geruduk Tambak Udang Protes Penutupan Akses Jalan

Yakub Mulyono - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 16:59 WIB
warga demo jalan ditutup pengusaha tambak udang
Demo warga karena jalan ditutup pengusaha tambak udang vaname (Foto: Yakub Mulyono)
Jember -

Ratusan warga Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Gumukmas, Jember, mendatangi tambak udang Vaname yang dibangun di pesisir pantai desa setempat. Mereka memprotes pengusaha tambak yang menutup akses jalan warga.

Ratusan warga itu datang bersama mahasiswa dari Pergerakan Mahasisswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember.

"Adanya aksi dari ratusan warga ini, karena warga menginginkan akses jalan ini dibuka sebagai mana semestinya. Seperti awal sebelum ada tambak, jadi akses jalan itu jangan ditutup," kata Kuasa Hukum Warga Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Zaenudin kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Jalan selebar sekitar 3 meter itu, lanjut dia, ditutup dengan pagar bambu. Dengan panjang jalan sekitar 100 meter. Pengusaha berdalih jalan itu masuk lahan tambak.

warga demo jalan ditutup pengusaha tambak udangwarga demo jalan ditutup pengusaha tambak udang (Foto: Yakub Mulyono)

"Sebenarnya ada akses jalan lain di sekitar arah barat tambak. Tapi jalanan itu kami tidak tahu bagaimana bisa ada di sana. Yang jelas jalan utama ya yang diprotes warga ini. Sehingga diminta untuk dibuka," terang Zainudin.

Kepala Desa (Kades) Kepanjen Saiful Mahmud sempat mendatangi lokasi tambak udang yang diprotes oleh warganya itu. Dia bermaksud membantu mediasi terkait persoalan yang dialami warga dengan pengelola tambak.

Namun di tengah pembicaraan, terjadi miss komunikasi. Sehingga kades bersama pengelola tambak diminta untuk kembali ke Balai Desa Kepanjen.

Saat dikonfirmasi, Kades Kepanjen Saiful Mahmud mengaku jika berdirinya tambak udang vaname itu berada di lahan tanah miliknya. Lokasi tambak udang vaname itu dikelola investor asal Banyuwangi. Dengan luas lahan kurang lebih 4,5 hektar. Lokasi tambak itu juga baru dibangun sekitar 2 bulan lalu.

"Untuk tanah di pesisir laut memang milik saya, pengusahanya (pengelola tambak udang vaname) orang Banyuwangi. Saya sudah berkomunikasi dengan pemilik usaha tambak udang terkait permasalahan ini," kata Saiful.

Untuk permintaan warga agar akses jalan umum dapat dibuka, menurut Saiful pengelola sudah setuju.

"Kata pemilik usaha setuju jika akses jalan yang diminta warga itu untuk dibuka kembali dan dikembalikan seperti awal sebelum tanah tersebut mau dibangun tambak," terangnya.

Setelah ada kesepakatan jalan yang ditutup kembali dibuka, warga selanjutnya membubarkan diri.

(iwd/iwd)