Stok Hewan Kurban di Jatim 4,2 Juta Ekor, Diklaim Aman dan Layak Disembelih

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 15:57 WIB
hewan kurban di surabaya
Hewan kurban (Foto: Faiq Azmi/File)
Surabaya -

Stok hewan kurban tahun 2021 di Jatim sebanyak 4.202.060. Stok ini diklaim aman dan layak untuk disembelih sebagai hewan kurban.

Plt Kepala Dinas Peternakan Jatim Gunawan mengatakan, 4,2 juta ekor hewan kurban tersebut yakni sapi sebanyak 1.077.068 ekor, kemudian kambing sebanyak 2.210.226 ekor, serta domba sebanyak 914.766 ekor.

"Stok hewan kurban di Jatim aman. 4,2 juta hewan kurban itu telah layak, di antaranya sudah berumur satu tahun, sudah berganti gigi, tidak cacat, tidak sakit, termasuk tidak pincang, dan tentunya badanya tidak kurus," ujar Gunawan saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (16/7/2021).

Gunawan menjelaskan teknis pelaksanaan hewan kurban di Jatim tahun ini sudah diatur dalam SE Gubernur Jatim nomor 451/14901/012.1/2021 yang ditindaklanjuti dengan SE Kepala Dinas Peternakan Jatim nomor 524.3/5380/122.4.2021. Aturan itu telah diinstruksikan untuk dinas peternakan di 38 kabupaten/kota Jatim.

Aturan itu di antaranya, memanfaatkan serta mengoptimalkan rumah potong hewan-ruminansia (RPH-R), agar pemotongan hewan tidak menimbulkan keramaian, serta sesuai SOP protokol kesehatan. Di dalam RPH-R juga diwajibkan menyediakan hand sanitizer, dan dilakukan disinfeksi pada titik masuk tempat produksi.

Kemudian mengimbau petugas pemotong hewan untuk menerapkan prokes ketat, juga diterapkannya hygiene personal (menyediakan APD, prokes lengkap).

Sedangkan bila pemotongan hewan kurban dilakukan di luar RPH-R, diwajibkan panitia/petugas berasal dari lingkungan tempat tinggal yang sama. Petugas/panitia yang berasal dari lingkungan lain (luar kota/kabupaten) harus memiliki surat keterangan sehat dari rumah sakit/puskesmas.

"Untuk petugas pemotongan harus dibedakan dengan panitia yang menangani pembagian daging kurban. Dan distribusi daging kurban dilakukan panitia ke rumah mustahik," terang Gunawan.

Lalu, pemeriksaan penjual ternak kurban, pemotong hewan kurban, serta tenaga yang membagikan hewan kurban. Selanjutnya, pedagang hewan kurban, dan tempat yang menjadi pemotongan, harus mendapat izin dari pemkot/pemkab setempat.

Kemudian, sebelum hewan kurban disembelih, harus dilakukan pemeriksaan antermortem. Setelah dipotong, daging hewan kurban diharuskan untuk diperiksa postmortem.

"Dinas Peternakan juga mengimbau di kabupaten/kota berkoordinasi dengan fakultas kedokteran hewan/organisasi profesi dokter hewan untuk membantu pelaksanaan kegiatan pemotongan hewan," terang Gunawan.

Gunawan menambahkan, Pemprov Jatim telah menyiapkan 1.000 tenaga dokter hewan dan paramedik veteriner yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

(iwd/iwd)