Pasar-pasar Tradisional Ini Disinfeksi Antisipasi Lonjakan COVID-19

Muhajir Arifin - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 19:39 WIB
Penyemprotan disinfektan di pasar-pasar tradisional kota pasuruan
Foto: Istimewa (Pemkot Pasuruan)
Pasuruan -

Pemkot Pasuruan menerapkan protokol kesehatan ketat (Prokes) di seluruh pasar tradisional. Langkah itu diambil setelah terjadi lonjakan kasus COVID-19 dua minggu terakhir.

"Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir penularan COVID-19 di lingkungan pasar sering lonjakan kasus dua pekan terakhir," kata Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Jumat (25/6/2021).

Penerapan prokes dilakukan dengan penyekatan di pintu-pintu masuk pasar. Jumlah pintu masuk pasar dibatasi untuk memudahkan pengawasan.

Petugas pasar juga selalu stand by mengantisipasi kerumunan. Petugas juga memeriksa pengunjung atau pedagang pasar. Mulai penggunaan masker, hingga pengecekan suhu badan, tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya.

Baca juga: 38 Santriwati Positif COVID-19 dalam Klaster Pesantren di Kota Pasuruan

"Penyemprotan disinfektan dilakukan setiap hari. Setelah aktivitas pasar selesai, petugas keliling melakukan penyemprotan. Ada yang siang, ada yang dilakukan malam hari," terang Kepala UPT Pasar Disperindag Kota Pasuruan, Ridho Wijaya.

Menurut Ridho, pihaknya sudah membuat Satgas COVID-19 di pasar beranggota 15 orang di masing-masing pasar. Satgas bertugas memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat.

Pemkot Pasuruan sebelumnya sudah melakukan berbagai upaya meredam laju penularan COVID-19. Sebanyak 17 titik jalan di dalam kota ditutup mulai pukul 19.00-22.00 WIB, mengumpulkan seluruh Ketua RW, Lurah, Camat, Babinsa, Babinkamtibmas, Kapolsek dan Danramil hingga meminta peran serta tokoh agama dan tokoh masyarakat sosialisasi disiplin prokes.

(fat/fat)