Tingkat Keterisian RS COVID-19 di Kota Mojokerto Capai 83 Persen

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 18:25 WIB
ruang isolasi di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo mojokerto
Ruang isolasi di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto/Foto file: Enggran Eko Budiantor
Mojokerto -

Tingkat keterisian ruang isolasi (bed occupancy rate) rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Kota Mojokerto mencapai 83,62 persen. Ada dua klaster COVID-19 di kota ini. Klaster Sidomulyo dan Klaster Sekarputih.

Jubir Satgas COVID-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, kapasitas ruang isolasi di rumah sakit ditambah dari 126 bed menjadi 226. Ratusan bed isolasi tersebut tersebar di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, RS Gatoel, serta beberapa rumah sakit swasta.

"Dari 226 tempat tidur, yang terpakai 189. BOR-nya 83,62 persen. Satgas COVID-19 Kota Mojokerto sedang mengupayakan menambah lagi," kata Gaguk kepada detikcom, Jumat (25/6/2021).

Penambahan bed isolasi, lanjut Gaguk, bakal memanfaatkan gedung Balai Diklat di Jalan Bypass Mojokerto, Kelurahan Kedundung, Magersari. "Ini yang sedang diupayakan menyiapkan SDM dan sarprasnya. Yang OTG kami minta isolasi mandiri diawasi Satgas COVID-19 kelurahan masing-masing," terangnya.

Baca juga: 15 Warga Positif COVID-19 di Klaster Sekarputih Kota Mojokerto, 4 Meninggal

Sementara bed ICU untuk pasien COVID-19, kata Gaguk, sudah penuh. Berdasarkan data per Rabu (23/6) malam, 20 bed ICU di 2 rumah sakit rujukan COVID-19 telah terpakai semua. Yakni di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo dan RS Gatoel, Kota Mojokerto.

"Karena beberapa hari (kasus COVID-19) meningkat terus. Akan kami tingkatkan kapasitas ruang ICU," imbuhnya.

Tempat isolasi di Rusunawa Cinde, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto saat ini menjadi longgar. Karena 40 dari 50 pasien COVID-19 dari Klaster Sidomulyo telah dipulangkan. Meski begitu, kapasitas ruang isolasi dalam proses penambahan dari 90 bed menjadi 116.

"Jadi, keterisian rusunawa sudah berkurang banyak," ungkap Gaguk.

Lonjakan kasus COVID-19 di Kota Mojokerto salah satunya karena muncul Klaster Sidomulyo di Kelurahan Mentikan, Prajurit Kulon dan Klaster Sekarputih di Kelurahan Kedundung, Magersari. "Tidak hanya dari Klaster Sidomulyo, tapi peningkatan dari tempat lain. Salah satunya Klaster Sekarputih," papar Gaguk.

Selanjutnya
Halaman
1 2