Ponorogo Zona Merah, Tempat Wisata Tutup-Hajatan Dilarang

Charoline Pebrianti - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 12:11 WIB
Sekda Ponorogo Agus Pramono
Sekda Ponorogo Agus Pramono (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo -

Pemkab Ponorogo mengambil langkah agar zona merah tak berlangsung lama. Salah satunya dengan menutup tempat wisata sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Seperti yang tertulis didalam SE Bupati tentang PPKM Mikro kesepuluh yang diberlakukan di Ponorogo mulai tanggal 24 Juni hingga 5 Juli 2021.

"Seluruh destinasi wisata ditutup sementara waktu sampai dengan tidak lagi dinyatakan sebagai zona merah," kata Sekda Ponorogo Agus Pramono kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Agus mengatakan kegiatan masyarakat yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan (event) seperti kegiatan olahraga, hajatan, seremonial resepsi pernikahan, kegiatan sosial dan seni budaya, serta arisan dihentikan sementara waktu sampai dengan tidak lagi dinyatakan sebagai zona merah.

"Kegiatan dzikir fida', yasinan, dan sejenisnya ditiadakan. Car Free Day juga ditiadakan. Kalau tempat ibadah dibatasi 50 persen dari kapasitas," jelas Agus.

Namun untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pun juga sektor esensial lainnya seperti penyediaan pelayanan kesehatan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar dan utilitas publik tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

"Bioskop beroperasi 25 persen dari kapasitas tempat," lanjut Agus.

Menurut Agus, penetapan zona merah Ponorogo karena ada 10 elemen penyebabnya. Di antaranya adalah jumlah BOR ICU dan BOR isolasi. Pun juga, kasus COVID-19 yang disebabkan oleh klaster nakes, hajatan, serta arisan.

"BOR ICU kita tambah 13, jadi total 39 tempat tidur. Sedangkan BOR isolasi 113, total 240 tempat tidur," imbuh Agus.

Selain itu, tingkat kematian akibat COVID-19 di Ponorogo dipandang tinggi. Sedangkan tingkat kesembuhan masih rendah. Dari peta epidemiologi COVID-19, Ponorogo masuk status risiko tinggi dengan skor 1,77.

"Sampai hari ini ada yang positif (kasus aktif) 148 orang," tandas Agus.

(iwd/iwd)