75 Dokter di Surabaya Positif COVID-19, Bagaimana Mereka Terpapar?

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 11:47 WIB
dokter bertugas merawat pasien covid-19
Dokter bertugas merawat COVID-19 (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

75 Dokter positif COVID-19 di Surabaya. Mereka terpapar lantaran bejibaku menangani pasien-pasien yang sudah terpapar virus Corona. Apa penyebab mereka terpapar?

Anggota Satgas COVID-19 IDI cabang Surabaya, dr Meivy Isnoviana mengaku ada beberapa hal yang membuat puluhan dokter terpapar. Salah satunya kelelahan, apalagi saat kasus COVID-19 sedang melonjak.

Dia pun memberikan contoh, seorang dokter yang sudah menerapkan protokol kesehatan ketat. Namun kemungkinan karena membuka masker saat akan wudhu atau salat, mereka lengah. Akhirnya terpapar. Selain itu para dokter terpapar karena tertular dari pasien.

"Artinya, kalau dari kita ada unsur kelelahan, beberapa teman kita ini ambruk," kata Meivy saat dihubungi detikcom, Jumat (25/6/2021).

Saat kasus COVID-19 yang langsung naik secara drastis, para dokter dan nakes baik di RS maupun puskesmas telah berjibaku agar tidak semakin banyak warga yang terpapar.

"Ini kan naik (kasusnya) tiba-tiba langsung mencolot (Melompat) naik ke atas. Otomatis kita semua bejibaku melakukan penanganan, tracing, kita juga melakukan swab, melayani di RS dan puskesmas, kita melakukan yang terbaik untuk masyarakat," jelasnya.

Baca juga: 75 Dokter di Surabaya Positif COVID-19 Saat Bertugas, Dua Meninggal

"Tapi memang karena lonjakan yang tiba-tiba itu yang membuat kita, ada unsur capek pasti ada. Karena kita kerjanya full, imun kita turun dan bisa jadi terpaparnya di situ," tambahnya.

Selain unsur kelelahan, mungkin juga bertemu dengan orang-orang. Karena ada pasien atau masyarakat yang bandel tidak mau isolasi dan taat prokes saat sedang terinfeksi virus Corona.

"Kadang-kadang ada pasien yang bandel, tidak mau pakai masker, itu juga salah satu penyebab. Atau dia sudah tahu kalau kena COVID-19 tapi tidak mau isolasi, itu juga salah satu sebab," ujarnya.

Sementara Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Komisariat Surabaya ini mengatakan, selain dokter yang berjibaku dan banyak terpapar COVID-19. Para perawat juga banyak yang tumbang, sehingga SDM tidak memadai.

"Bukan hanya dokter, perawat juga banyak yang ambruk, tenaganya nggak nututi. Ada alat, tidak ada operator, nggak bisa digunakan," pungkasnya.

Sebelumnya, di Kota Surabaya terdeteksi 75 dokter positif COVID-19, 7 orang mendapat perawatan intensif karena bergejala, 58 dokter isolasi mandiri dan 2 meninggal.

Tonton juga Video: Ratusan Warga Tebet Diswab Antigen, 26 Positif Covid-19

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)