Panitia Yadnya Kasada hingga Dukun Adat Swab Antigen di Lautan Pasir Bromo

M Rofiq - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 18:19 WIB
Semua panitia Yadnya Kasada hingga dukun adat menjalani swab antigen di lautan pasir Bromo. Seperti yang disampaikan Kepala Diskominfo Pemkab Probolinggo, Yulius Cristian.
Swab antigen di lautan pasir Bromo/Foto: M Rofiq/detikcom
Probolinggo -

Semua panitia Yadnya Kasada hingga dukun adat menjalani swab antigen di lautan pasir Bromo. Seperti yang disampaikan Kepala Diskominfo Pemkab Probolinggo, Yulius Cristian.

Menjelang Hari Raya Yadnya Kasada 1943 Saka, umat Hindu Tengger Bromo menggelar ritual Atur Suguh atau ritual pembuka dengan cara meletakkan sesaji di depan pintu Pure Ponten Luhur, di lautan pasir Gunung Bromo.

Sejak tadi pagi, semua panitia Yadnya Kasada menjalani swab antigen di lautan pasir Bromo. Mulai dari petugas keamanan Tengger atau biasa disebut Jogoboyo, dukun adat, dukun pandita maupun petugas gabungan Satgas COVID-19 yang ikut berjaga. Swab antigen juga digelar di Puskesmas Sukapura.

Baca juga: Jelang Kasada 1943 Saka, Jalur Menuju Bromo Ditutup Hari Ini

"Sebelum gelar ritual Atur Suguh atau meletakkan sesaji di Pure Ponten Luhur, umat Hindu dan petugas semuanya kita swab antigen, guna perayaan Hari Raya Yadnya Kasada tidak menjadi klaster penularan COVID-19, dan semua petugas keamanan adat Jogoboyo dan petugas gabungan Satgas COVID-19 juga kita swab antigen di dua lokasi. Di pos kesehatan di lautan pasir dan Puskesmas Sukapura," ujar Yulius, Kamis (24/6/2021).

Ada beberapa titik penyekatan terkait perayaan Yadnya Kasada. Yakni di pintu Kecamatan Sukapura, Ngadisari dan pintu masuk Cemoro Lawang. Penyekatan juga dilakukan di 3 kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Pasuruan, Lumajang dan Malang.

Selain petugas dan panitia Yadnya Kasada, awak media yang hendak meliput juga wajib menjalani swab antigen. Swab antigen akan digelar Jumat (25/6) mulai pukul 08.00 sampai pukul 21.00 WIB.

Baca juga: Cegah Penyebaran COVID-19, Yadnya Kasada 1943 Saka Tertutup Bagi Pengunjung

Karena masih pandemi COVID-19, maka Yadnya Kasada masih digelar secara tertutup bagi wisatawan domestik maupun asing, dan warga luar Tengger Bromo.

"Seperti tahun kemarin, perayaan Hari Raya Yadnya Kasada 1943 Saka tertutup untuk umum. Baik wisatawan lokal maupun luar negeri, dan warga luar pun dilarang masuk untuk menghindari penyebaran COVID-19 semakin luas. Dan agar ritual berjalan lancar dan khusyuk. Semoga segera selesai pandemi COVID-19, agar semua umat kembali hidup tenang dan kembali normal," kata Tokoh Masyarakat Hindu Tengger, Supoyo.

Umat Hindu Tengger Bromo juga akan berdoa dalam rangkaian ritual Yadnya Kasada, agar pandemi COVID-19 segera berakhir. Sehingga semuanya bisa kembali hidup normal seperti biasa.

(sun/bdh)