Gus Baha Ngaji Bareng Warga Banyuwangi, Ini Pesannya

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 00:12 WIB
Program Smart Santri yang digelar rutin Pemkab Banyuwangi kali ini menghadirkan KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha. Pengajian yang digelar secara virtual melalui YouTube dan akun media sosial Pemkab Banyuwangi berlangsung dengan khidmat dan sarat makna.
Bupati Ipuk/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Program 'Smart Santri' yang digelar rutin Pemkab Banyuwangi kali ini menghadirkan KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha. Pengajian yang digelar secara virtual melalui YouTube dan akun media sosial Pemkab Banyuwangi berlangsung dengan khidmat dan sarat makna.

Pengajian virtual itu digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi, Rabu (23/6/2021) malam. Pengasuh Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA Narukan, Rembang itu menguraikan tentang kandungan hadis Nabi Muhammad SAW yang tercantum dalam kitab Shahih Muslim. Tepatnya hadis nomor 136 pada bab Iman.

"Hadis ini penting sebagai pegangan bagi kita untuk kehidupan sosial," tuturnya.

Hadis tersebut menguraikan tentang bentuk-bentuk keimanan. Di antaranya bentuk keimanan tersebut adalah berbuat kebaikan. Seperti memerdekakan budak hingga melakukan pekerjaan yang terbaik.

"Lantas, ada seorang sahabat yang bertanya pada Kanjeng Nabi. Bagaimana jika tidak mampu melakukan atas segala kebaikan yang memerlukan biaya tersebut?" ujar Gus Baha.

Mendapati pertanyaan demikian, Nabi Muhammad menjawab dengan sangat bernas: taquffu syarraka an-in-nass, fainnahaa shadaqatun minka alaa nafsika (Jagalah potensi keburukanmu menimpa orang lain, sesungguhnya hal demikian itu adalah sedekah darimu untuk dirimu sendiri).

"Jika tidak bisa berbuat baik, potensi keburukan kita jangan sampai menimpa orang lain. Keburukan itu bisa kriminal, atau sekadar mengganggu orang lain," terang Gus Baha lebih lanjut.

Dia mencontohkan, ada orang sedang 'sumpek', kemudian mengunjungi temannya yang sedang bekerja sehingga mengganggu waktu sang teman tersebut. "Itu juga tidak boleh, karena berarti keburukan kita berakibat pada orang lain," ujarnya.

Lebih lanjut Rais Syuriyah PBNU itu mendoakan agar semua warga Banyuwangi diberikan kemampuan untuk berbuat kebaikan oleh Allah SWT. "Para pemimpinnya juga melahirkan keputusan-keputusan yang membawa kebaikan bagi semua," imbuhnya.

Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas keluangan waktu yang diberikan oleh Gus Baha untuk mengisi program Smart Santri. Ia berharap hal tersebut dapat menjadi asupan ruhaniah bagi warga Banyuwangi yang mengikuti pengajian tersebut.

"Semoga ini dapat me-recharge diri kita semua. Sehingga dapat menambah ilmu kita dan bertambah pula semangat kita untuk berbuat yang lebih baik bagi Banyuwangi," harapnya.

(sun/bdh)