Pos Penyekatan Suramadu Dibongkar

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 16:11 WIB
pos penyekatan suramadu dibongkar
Petugas mengangkut meja dan kursi (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Pos penyekatan Suramadu di sisi Surabaya dan sisi Bangkalan dibongkar. Pos tersebut sebelumnya digunakan untuk swab warga Madura yang hendak masuk Surabaya.

Dari pantauan detikcom, tidak ada aktivitas petugas tenaga kesehatan di pos tersebut. Pos berupa tenda, meja, dan kursi memang masih ada. Tetapi sejumlah orang sudah mulai membereskan meja dan melipat kursi yang ada.

Sebagian petugas lain membersihkan lokasi. Sebagian lagi membereskan barang-barang lain yang ada di lokasi seperti kipas angin uap. Kendaraan yang lewat juga dibiarkan lewat begitu saja tanpa dihentikan. Suasana lalu lintas terpantau lengang dan cukup sepi.

Penyekatan digeser ke zona merah di delapan desa lima kecamatan PPKM Mikro," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko di Surabaya, Rabu (23/6/2021).

pos penyekatan suramadu dibongkarPetugas membereskan kipas angin uap (Foto: Deny Prastyo Utomo)

Disinggung terkait pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), Gatot mengatakan pemeriksaan SIKM digelar di penyekatan pada delapan zona merah dan beberapa wilayah di Madura tersebut.

"Itu yang kita gunakan di-full-kan ke hulunya. Nantinya pemeriksaan SIKM dilakukan di sana. Ada beberapa pos penyekatan di Sampang, Bangkalan yang di sana akan diminta SIKM-nya," papar Gatot.

Lima kecamatan yang dilakukan penyekatan dan pelaksanaan PPKM Mikro yakni Kecamatan Bangkalan Kota, Arosbaya, Klampis, Geger, dan Burneh. Dicabutnya pos penyekatan Suramadu, lanjut Gatot, dilakukan setelah analisa dan evaluasi, ada penurunan kasus dari warga yang di-swab di penyekatan Suramadu.

"Penyekatan di Suramadu kan sudah 14 hari dan kita analisa terus sudah ada penurunan masyarakat yang positif COVID-19. Makanya kita bergesernya ke delapan desa di lima kecamatan tersebut," ungkap Gatot.

Selain itu, Gatot mengatakan ada sejumlah petugas gabungan yang akan bekerja sama dalam penanganan COVID-19 di Bangkalan meski penyekatan Suramadu ditiadakan.

"Ada petugas gabungan dari TNI dan pemerintah. Ada juga petugas dari Polda, Kodam V/Brawijaya. Ada pasukan Brimob yang membantu penyekatan, lalu petugas lainnya ada yang membagi sembako dan bantuan. Selain itu, ada petugas yang ikut mengawasi proses vaksinasi," jelasnya.

Dari seluruh upaya ini, Gatot berharap penyebaran COVID-19 di delapan desa berzona merah yang ada di lima kecamatan Bangkalan bisa segera diatasi.

"Harapan ke depannya delapan zona merah ini bisa menjadi zona oranye, kuning, bahkan bisa hijau," pungkas Gatot.

(iwd/iwd)