Pasangan di Ponorogo Sepakat Bongkar Rumah Usai Cerai

Charolin Pebrianti - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 15:07 WIB
Perceraian Agus Purwanto dan Anjar Trisnawati menjadi perhatian warga Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung. Sebab, perceraian pasutri itu berujung pembongkaran rumah senilai Rp 400 juta.
Rumah yang dibongkar di Ponorogo/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo -

Perceraian Agus Purwanto dan Anjar Trisnawati menjadi perhatian warga Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung. Sebab, perceraian pasutri itu berujung pembongkaran rumah senilai Rp 400 juta.

Pembongkaran rumah itu bermula ketika Agus tidak terima digugat cerai secara sepihak. Dia meminta kayu yang terpasang di rumah 6 x 12 meter tersebut dibongkar. Rumah permanen tersebut baru dibangun pada 2014 lalu.

"Perempuan (Anjar) itu di Hong Kong, kontrak 3 tahun kalau nggak salah. Jadi yang laki (Agus) itu di rumah cuman kerja nggak tahu soal warung. Anaknya jujur Agus itu," tutur warga setempat, Sugiono kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).

Sugiono menambahkan, Agus kaget ketika ada panggilan proses cerai dari Pengadilan Agama. Padahal selama ini Agus dikenal warga tidak pernah neko-neko.

"Nggak, tahu-tahu yang putri (Anjar) itu sama laki lain. Agus dipanggil pengadilan katanya proses cerai, yang laki (Agus) itu kaget. Ada salah apa," terang Sugiono.

Baca juga: Pembongkaran Pagar Tembok yang Blokade Rumah Wisnu Diwarnai Aksi Demo

Akhirnya, warga setempat yang mengenal sosok Agus langsung kerja bakti membongkar kayu milik Agus, yang dijadikan bahan bangunan rumah. Sementara tembok dan lainnya tidak dibongkar. Hanya bagian kayu seperti kuda-kuda, jendela dan sebagainya yang diambil Agus karena merupakan kayu miliknya.

"Jadi semua warga kerja bakti bongkar ambil kayunya Agus. Ini antusias warga nggak ada yang disuruh. Soalnya banyak yang berpihak sama Agus karena kasihan sama anaknya itu tekun nggak neko-neko," papar Sugiono.

Menurutnya, Agus merasa sakit hati. Sebab saat istrinya pulang dari Hong Kong malah menggugat cerai. Padahal selama ini tidak ada permasalahan apa-apa.

Pantauan detikcom, puluhan warga Desa Carangrejo terlihat membongkar kayu di rumah yang dibangun oleh Anjar dan Agus. Anjar sekitar 10 tahun lalu memutuskan menjadi TKW di Hong Kong. Sekitar 6 bulan lalu, Anjar baru kembali ke Ponorogo. Perempuan berusia 39 tahun tersebut membawa surat gugatan cerai untuk suaminya.

Sebelum dilakukan pembongkaran rumah senilai Rp 400 juta tersebut, warga bersama pihak desa sudah beberapa kali melakukan mediasi kedua belah pihak. Hasilnya mereka memilih membongkar ketimbang menjual rumah tersebut.

Agus memilih meminta kembali kayu bangunan pemberian orang tuanya. Sementara bangunannya menjadi hak milik Anjar.

Sementara kakak Agus, Gunanjar menjelaskan, Anjar menggugat cerai adiknya saat berada di Hong Kong. Sehingga saat Anjar tiba di Ponorogo hanya tinggal menunggu proses.

"Tahu-tahu adik saya sudah dilepas, artinya disuruh pulang ke rumah orang tua. Terus rumah dibongkar ini intinya gini, dulu waktu bikin rumah kayunya dari adik saya, dari bapak saya," imbuh Gunanjar.

Baca juga: Pagar Tembok yang Tutup Rumah Wisnu Dipastikan Berdiri di Tanah Desa

Pihak kecamatan dan polisi berpakaian preman juga berjaga di sekitar lokasi untuk memantau pembongkaran rumah. Termasuk mengantisipasi adanya perselisihan dari kedua belah pihak.

Sekretaris Desa Carangrejo, Juweni menambahkan, pihaknya sudah melakukan mediasi beberapa kali. Hasilnya, Agus meminta kembali kayu yang dijadikan bahan konstruksi bangunan. Sementara bagian Anjar berupa bangunan.

"Kejadian ini tidak ada intimidasi dari pihak manapun. Ini sudah jadi kesepakatan kedua belah pihak," pungkas Juweni.

(sun/bdh)