Sederet Upaya Pemkab Kediri untuk Putus Rantai Penyebaran COVID-19

Andhika Dwi - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 17:09 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menggelar Rakor COVID-19 bersama Forkopimda Kediri. Rakor ini terkait upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana/Foto: Andhika Dwi/detikcom
Kediri -

Bupati Hanindhito Himawan Pramana menggelar Rakor COVID-19 bersama Forkopimda Kediri. Rakor ini terkait upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Rapat koordinasi digelar di Pendopo Panjalu Jayati dan diikuti Satker dan camat-camat yang hadir melalui aplikasi Zoom. Sejumlah poin penting dibahas dan diputuskan dalam Rakor COVID-19.

Salah satunya akan dilakukan pembatasan mobilisasi warga, di desa yang kasus COVID-19-nya tinggi. Kemudian rumah sakit rujukan COVID-19 harus menambah bed untuk pasien. Sebab, bed occupancy rate (BOR) semakin meningkat.

Namun dua upaya tersebut tidak menjamin 100 persen bisa menyelesaikan kasus COVID-19 di Kediri. Oleh sebab itu, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito meminta warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Untuk itulah saya berharap setiap 1 minggu sekali nantinya akan ada rakor antara Kapolres dengan Kapolsek, Dandim dengan Danramil maupun Camat dengan Lurah dan Pemkab Kediri. Tiga pilar ini berjalan berdampingan untuk menekan angka COVID-19 di Kediri," ucap Mas Dhito, Selasa (22/6/2021).

Selain itu, Mas Dhito juga memberikan informasi bahwa klaster Bangkalan sudah mulai masuk di Kabupaten Kediri. Yang saat ini sedang dilakukan tracing yakni salah satu desa di Tarokan.

Ia meminta Satgas COVID-19 tingkat desa dihidupkan kembali. "Jika betul diketemukan varian baru Delta dengan tingkat penularan yang cepat maka akan micro lockdown," pungkasnya.

(sun/bdh)