Kemenperin Gelar e-Smart IKM, Wagub Emil: Pemprov Akan Bersinergi

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 22:22 WIB
kemenperin
Foto: Tangkapan layar
Surabaya -

Kementerian Perindustrian menggelar workhsop e-Smart IKM. Program ini telah berjalan sejak 2017 dan telah melatih 13.184 pelaku IKM di seluruh Indonesia, untuk masuk dan menjalankan pemasaran digital melalui marketplace yang ada.

"e-Smart IKM digelar agar pelaku IKM dapat mengakses partner yang dapat membantu IKM go digital seperti marketplace, relawan teknologi informasi dan komunikasi, dan juga BUMN yang membina IKM," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui zoom virtual, Senin (21/6/2021).

Agus mengungkapkan, industri Indonesia akan lebih berdaya saing melalui implementasi program Making Indonesia 4.0. Salah satu prioritasnya adalah memberdayakan industri kecil dan menengah agar maksimal memanfaatkan teknologi digital dan menjalankan proses bisnis digital (e-business).

Pemerintah, lanjut Agus menargetkan 6,1 juta UMKM onboarding atau masuk ke ranah digital di marketplace pada tahun 2021 ini. "Sebab itu, kami mengajak pelaku IKM untuk aktif menggunakan e-business dan pemasaran digital untuk menciptakan peluang usaha yang lebih besar," kata Agus.

Pemerintah juga terus menggenjot peningkatan penggunaan produk dalam negeri, baik oleh masyarakat maupun belanja pemerintah, sebagai salah satu langkah pemulihan ekonomi nasional. Penggunaan produk dalam negeri di belanja pemerintah adalah wajib jika Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk tersebut mencapai 40 persen.

"Ini merupakan ruang yang tepat bagi pelaku IKM untuk dapat mengambil kesempatan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah," ucap Agus.

Dirjen IKM dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, program e-Smart IKM akan digelar dalam bentuk workshop-workshop di berbagai daerah. Adapun materi workshop berupa pembuatan konten video pemasaran online, tips dan trik pembuatan foto produk, pemanfaatan marketplace untuk pemasaran dan dalam rangka pengadaan barang jasa pemerintah, serta mengenai sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Pasar Digital BUMN.

"Tahun ini Ditjen IKMA menargetkan pemberian edukasi, pelatihan, dan pendampingan e-business kepada 4.000 pelaku IKM di Tanah Air," kata Gati.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak yang turut hadir menyampaikan, pentingnya integrasi industri dengan digital untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas.

"Bahwa dengan upaya workshop ini kita harus bisa mengintegrasikan industri ke digital ke arah efisiensi dan efektifitas" katanya.

Emil berharap, dengan adanya workshop tersebut ada langkah konkret bagi pelaku IKM dalam upaya mengintegrasikan E-Smart. Selain itu, ia berharap workshop itu bisa mengidentifikasi secara kongkrit apa saja langkah-langkah yang bisa diambil para pelaku IKM untuk mengintegrasikan E-Smart.

"Dimulai dari paling hilir misalnya pemasaran kemudian ke hulu juga misalnya dalam hal supply chance sourcing, hal-hal ini akan bisa dilakukan dengan lebih efisien lagi kalau kita bisa memaksimalkan bisnis proses yang berbasis digital" tambahnya.

Suami Arumi Bachsin tersebut juga menuturkan pentingnya teknologi digital akan memungkinkan persaingan yang lebih luas. "Kadang-kadang banyak yang merasa bahwa ya sudah begini saja, padahal sebenarnya bertahan saja belum tentu bisa survive karena teknologi digital ini semakin memungkinkan persaingan yang lebih luas" tuturnya.

Emil menambahkan, bahwa Pemprov Jatim siap bersinergi dengan Kemenperin dalam upaya mendorong E-Smart bagi pelaku IKM. "Semoga acara hari ini akan berlanjut dengan langkah-langkah konkrit dan terukur, kami dari pemprov tentunya senantiasa selalu siap untuk bersinergi" pungkasnya.

(iwd/iwd)