Saluran Air Kuno di Pasuruan Diduga Peninggalan Mpu Sindok

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 13:30 WIB
Ekskavasi tahap awal saluran air kuno di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, tuntas. Banyak temuan potensial dari penggalian selama 10 hari itu.
Saluran air kuno di Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan -

Ekskavasi tahap awal saluran air kuno di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, tuntas. Banyak temuan potensial dari penggalian selama 10 hari itu.

"Sudah 39 meter yang kita tampakkan, ada indikasi saluran itu sepanjang 200 meter. Yang kita tampilkan (sepanjang 39 meter) itu bagian tengahnya saja. Itu potensinya lebih luas ya, sehingga perlu tahapan berikutnya, potensinya sangat besar karena kami kaitkan dengan Prasasti Cunggrang," kata ketua tim ekskavasi, Wicaksono Dwi Nugroho, Sabtu (19/6/2021).

Peneliti mengaitkan saluran air kuno itu dengan Prasasti Cunggrang, di Dusun Sukci, Desa Bulusari. Prasasti Cunggrang merupakan peninggalan masa Mpu Sindok, raja pertama Kerajaan Medang periode Jawa Timur, abad 10 masehi.

"Letaknya jauh dari Candi Sumber Tetek, sekitar 5 kilo meter. Saluran air kuno ini mengarah ke Prasasti Cunggrang di sisi utara. Sementara hipotesisnya kita kaitkan dengan Prasasti Cunggrang yang dikeluarkan oleh Mpu Sindok, pra-Majapahit, " terangnya.

Namun, tak banyak temuan lepas dari ekskavasi yang dilakukan. Sehingga dibutuhkan ekskavasi lanjutan untuk menguak potensi saluran air tertutup itu.

"Kita akan persentasi ke bupati untuk mengambil langkah selanjutnya," tambahnya.

Camat Gempol, Taufiqul Ghoni berharap ekskavasi dilanjutkan ke tahap selanjutnya dan ada temuan yang signifikan. Semakin banyak temuan cagar budaya, akan semakin bermanfaat bagi warga, baik dari sisi pendidikan, budaya dan ekonomi.

"Sejauh yang saya ketahui dari memantau ekskavasi, ada sumber air yang menarik kita sebagai salah satu indikasi adanya petirtaan di sekitar lokasi," terang Ghoni.

BPCB Jawa Timur sejak 10 hari lalu melakukan ekskavasi awal struktur bata kuno di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, yang ditemukan pada Januari 2021. Struktur bata kuno itu dipastikan bangunan saluran air kuno.

Saluran air itu dibangun dengan bata besar berukuran panjang 38 sentimeter (cm), lebar 22 cm, dan tebalnya 8 cm. Ketinggian struktur 15 lapis bata atau 140 cm dengan lebar 150 cm. Struktur ini memanjang dari selatan ke utara.

(sun/bdh)