Peran Plt Kepala Kemenag Kota Pasuruan hingga Terjerat Kasus Korupsi

Muhajir Arifin - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 22:35 WIB
Plt Kepala Kantor Kemenag Kota Pasuruan, MF, terjerat kasus korupsi. Ia korupsi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk madrasah diniyah (Madin).
Plt Kepala Kantor Kemenag Kota Pasuruan, MF, swab antigen sebelum ditahan/Foto: Istimewa
Pasuruan -

Plt Kepala Kantor Kemenag Kota Pasuruan, MF, terjerat kasus korupsi. Ia korupsi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk madrasah diniyah (Madin).

Jaksa penyidik membeberkan peran MF dalam penyaluran bantuan Kemenag RI, yang bertujuan meringankan beban lembaga pendidikan agama di tengah pandemi Corona.

"Peran MF, ada oknum meminta data Emis, data yang memuat semua lembaga yang di bawah naungan Kementerian Agama. Oleh yang bersangkutan, diminta suratnya. 'Mana suratnya kalau memang Anda membutuhkan data itu?' Nah orang tadi kembali dan membawa surat yang ditandatangani oleh saudara RH (salah satu tersangka) yang sekarang sedang dalam tahanan," kata Kajari Pasuruan Maryadi Idham Khalid, Jumat (18/6/2021).

Setelah menerima surat itu, MF memberikan data yang diminta. Kemudian diterbitkan Surat Keputusan (SK) lembaga calon penerima bantuan.

"Yang bersangkutan memberikan data Emis, kemudian berlanjut menjadi SK calon penerima bantuan. Kemudian setelah bantuan itu disalurkan melalui BNI, kemudian terjadi pemotongan-pemotongan seperti yang sudah kami sampaikan. Kemudian MF ini ada menerima pemberian dari dana BOP yang dipotong," terang Maryadi.

Belum diketahui jumlah uang hasil korupsi BOP yang diterima MF. "Yang pasti uang yang berhasil disita dari MF Rp 15 juta. Masih kita dalami lagi sebenarnya berapa yang dia terima," jelas Maryadi.

Jaksa penyidik juga masih mendalami apakah pemberian kepada MF sudah disepakati sebelumnya atau inisiatif pemberi. Yang pasti, kata Maryadi, uang itu diberikan langsung di rumah MF.

"Kami masih mendalami apakah itu atas inisiatif pemberi sendiri atau memang sebelumnya sudah ada pertemuan yang mendahului. Masih kami dalami karena MF dan si pemberi sudah sama-sama jadi tersangka," terang Maryadi.

Untuk diketahui, Kejari Kota Pasuruan telah menetapkan dan menahan 5 tersangka dugaan korupsi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk pondok pesantren (Ponpes) dan madrasah diniyah (Madin) di Kota Pasuruan sejak 27 Mei 2021. Mereka yakni SK, AS dan AW yang merupakan tersangka korupsi BOP untuk Ponpes. Serta RH dan NR alias FQ yang merupakan tersangka korupsi BOP untuk Madin.

Menurut hasil penyidikan, para tersangka diduga melakukan pemotongan BOP untuk 11 Ponpes dan 220 Madin. Setiap ponpes dipotong Rp 10 juta, sedangkan pemotongan setiap madin rata-rata Rp 2 juta.

BOP dari Kemenag RI dimaksudkan untuk membantu meringankan beban Ponpes dan Madin dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi COVID-19. Di Kota Pasuruan besaran BOP bervariasi antara Rp 25 juta hingga Rp 50 juta.

(sun/bdh)