Polisi Mojokerto Gandeng Relawan Putus Penyebaran COVID-19 dan Narkoba

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 17:31 WIB
Kapolres Mojokerto bersama para relawan di KTS Desa Mejoyo, Bangsal.
Kapolres Mojokerto bersama para relawan di KTS Desa Mejoyo, Bangsal/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Mojokerto -

Upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan peredaran narkoba di Mojokerto, gencar dilakukan hingga ke tingkat desa. Polisi juga menggandeng sejumlah komunitas relawan untuk meningkatkan edukasi ke masyarakat.

Kerja sama Polres Mojokerto dengan sejumlah komunitas relawan diawali dengan ikrar bersama di Kampung Tangguh Semeru (KTS) Desa Mejoyo, Kecamatan Bangsal. Para relawan berkomitmen membantu tugas polisi dan pemerintah untuk mengedukasi masyarakat, terkait protokol kesehatan (prokes) dan bahaya narkoba.

"Peran para relawan membantu kami dalam tugas-tugas meningkatkan edukasi kepada masyarakat, yang meliputi mematuhi prokes, operasi yustisi dan kegiatan memutus rantai penyebaran narkoba di wilayah hukum Polres Mojokerto," kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander kepada wartawan di lokasi, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Komitmen Pemberantasan Narkoba di Mojokerto Dilakukan Lewat KT Bersinar

Ia menjelaskan, Kabupaten Mojokerto sampai saat ini belum aman dari bahaya COVID-19 maupun narkoba. Oleh sebab itu, pihaknya menggandeng para relawan dan elemen masyarakat lainnya untuk bersinergi memutus penyebaran virus Corona dan narkotika.

Di lain sisi, Polres Mojokerto bersama Kodim 0815 dan pemerintah daerah meningkatkan fungsi KTS di 236 desa. Bahkan, penerapan prokes 5M dan protokol 3T ditingkatkan sampai ke level rukun tetangga (RT).

Secara bertahap, semua KTS di wilayah hukum Polres Mojokerto juga dijadikan Kampung Tangguh Bersih Narkoba (KT Bersinar). "Kami melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat di desa-desa untuk memantau peredaran narkoba. Karena bahaya narkoba sangat meresahkan masyarakat. Harapan kami kebersamaan itu bisa menjaga daerah zero dari narkoba," terang Dony.

Baca juga: Pemicu Klaster Sidomulyo di Kota Mojokerto Mulai Terkuak

Kabupaten Mojokerto yang pekan lalu berstatus zona kuning, saat ini menjadi zona oranye. Artinya, risiko penyebaran COVID-19 di Bumi Majapahit naik dari rendah ke tingkat sedang.

Jumlah warga Mojokerto yang terinfeksi COVID-19 bertambah 68 orang dalam sepekan. Yakni dari 2.499 menjadi 2.567 jiwa. Terdiri dari 90 pasien dalam perawatan, 2.405 pasien sembuh, serta 72 pasien meninggal dunia.

Namun, tingkat kematian (fatality rate) pasien COVID-19 di Kabupaten Mojokerto tergolong rendah. Yaitu 2,8 persen, atau hampir 3 dari 100 pasien meninggal dunia karena virus Corona. Sedangkan tingkat kesembuhan (recovery rate) pasien mencapai 93,69 persen.

(sun/bdh)